KETIK, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo heboh. Selasa pagi (9 Juni 2026), Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana hadir bersama-sama dalam satu forum. Keduanya terlihat hangat dan akrab. Kepala Inspektorat Sidoarjo Andjar Surjadianto sampai melakukan sujud syukur saat menyaksikan keduanya telah islah.
Selasa pagi itu, Kantor Pemkab Sidoarjo tampak sepi. Akses keluar-masuk dibatasi. Area parkiran bersih dari kendaraan. Suasana hening juga terasa sampai di Ruang Delta Graha. Yang masuk ruang Delta Graha dilarang membawa ponsel. Harus diserahkan dan disimpan. Tidak boleh merekam, memfoto, lebih-lebih memvideo.
Bagi para pejabat, forum itu boleh dikata menegangkan. Tajuknya memang biasa. Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintah Daerah. Yang bikin berdebar-debar adalah kehadiran Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Informasi yang diperoleh Ketik.com menyebutkan, semua kepala dinas, bagian, dan badan hadir. Tidak ada satu pun yang diwakili. Begitu pula DPRD Sidoarjo. Sekretariat Dewan, pimpinan, serta anggota DPRD Sidoarjo juga datang. Cuma ada yang berhalangan. Karena sakit, naik haji, dan melahirkan. Terpaksa absen.
Suasana hening terasa sejak pukul 08.00-an. Bupati Subandi sudah datang lebih dulu bersama Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. Tim KPK RI hadir bersama pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim. Kehadiran dua lembaga tersebut, mau tidak mau, membuat hadirin berdebar-debar.
Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Gencarkan Efisiensi Anggaran, Rapat Dinas Disiapi Air PutihKabar-kabar dari daerah lain menceritakan bahwa Korsupgah KPK RI bakal mengupas habis praktik tata kelola pemerintah daerah. Membongkar isi APBD. Sidoarjo menjadi daerah tujuan keempat di Jatim yang didatangi Korsupgah KPK, setelah Bangkalan, Pamekasan, dan Blitar
KPK diyakini pasti buka-bukaan. Proses pengadaan barang dan jasa di Pemkab Sidoarjo, realisasi anggaran narasumber (narsum), pelaksanaan program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, dan sebagainya.
Namun, suasana forum yang tegang itu berubah menjadi segar. Di tengah keheningan, tiba-tiba hadir Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Kedatangan perempuan berjuluk W-2 itu mampu memecahkan suasana yang kaku. Dia menyalami hangat Bupati Subandi. Menyapa para pimpinan OPD yang hadir di Ruang Delta Graha.
Baca Juga:
Anggaran BBM Truk TPA Sampah Jabon Terancam Habis, Terimbas Perang AS vs Iran”Saya ini lho tidak pernah ada apa-apa dengan Pak Bupati. Orang-orang saja yang….” Begitulah kurang lebih ungkapan natural ala Wabup Mimik Idayana.
”Alhamdulillah,” seru para pejabat Pemkab Sidoarjo. Tawa pecah. Meriah dan bahagia suasana seketika.
Bupati Subandi pun menyambut ramah kedatangan Wakil Bupati Mimik Idayana. Pria yang selama ini terkesan memilih diam, mengalah, dan terus fokus bekerja itu dengan mudah kembali akrab dengan wakilnya. Kehadiran Wabup Mimik Idayana disambut dengan dua tangan terbuka. Keduanya kembali bersama.
Mimik Idayana dengan gaya apa adanya lalu berbincang, bahkan melempar gurauan kepada Bupati Subandi. Mereka duduk berdekatan seperti lazimnya pasangan pimpinan daerah. Sesekali keduanya malah bisik-bisikan.
Kontan, saat itu, seluruh kepala OPD tertawa kesenangan. Wajah mereka spontan ceria. Tepuk tangan langsung bergema menggugah seisi ruang Delta Graha. Untung saja tak sampai terdengar ada yang berteriak, ”Takbir.”
Informasinya, kemesraan dua pimpinan daerah tersebut membuat Tim BPKP Perwakilan Jatim sampai terheran-heran. Ada apa ini? Bupati dan Wakil Bupati bertemu, salaman, duduk berdekatan, lalu guyonon seakan sesuatu yang sangat-sangat monumental.
”Tidak ada apa-apa, Pak. Bapak-Ibu sama-sama sibuk dinas. Jadi, jarang ketemu,” ungkap salah seorang pejabat berusaha menjawab pertanyaan Tim BPKP. Tentu sambil menahan senyum.
Ungkapan Wakil Bupati Mimik Idayana itu seakan menghapus kabar-kabar bahwa Bupati Sidoarjo dan Wakil Bupati Sidoarjo sedang berseteru. Bersaing pengaruh. Rebutan panggung. Kini keduanya bertemu, salaman, duduk bareng, guyonan, bahkan sampai bisik-bisik.
Itulah yang selalu ditunggu-tunggu oleh kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sidoarjo. Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana duduk bersama dalam sebuah forum resmi. Bupati dan Wakil Bupati. Ini momentum langka.
Kepala Inspektorat Kabupaten Sidoarjo Andjar Surjadianto pun tak kuasa menahan ekspresinya. Dia melakukan sujud syukur. Sujud syukur dilakukan di depan deretan meja yang didesain mirip huruf U. Disaksikan Bupati Subandi, Wakil Bupati Mimik Idayana, Tim KPK RI, dan BPKP Perwakilan Jatim.
Kali ini, para pejabat Pemkab Sidoarjo kaget. Pimpinan dan anggota DPRD Sidoarjo pun tak kalah terkejut. Mengapa? Selama ini, Andjar Surjadianto terkena sebagai figur yang sangat tenang. Pendiam. Amat sedikit berbicara. Jarang sekali mau berkomentar ketika dikonfirmasi oleh insan media. Hampir mustahil dia akan melakukan hal di luar dugaan. Misalnya, sujud syukur di depan publik.
”Saya pernah nadzar akan sujud Syukur kalau Bapak dan Ibu saya islah.” Begitulah kira-kira ungkapan Andjar Surjadianto seperti ditirukan seorang pejabat Pemkab Sidoarjo.
Sujud syukur sang kepala Inspektorat, sosok pendiam, figur yang sangat tenang seperti Andjar tentu bukan ekspresi biasa. Itu adalah ungkapan syukur yang tulus dari seorang birokrat. Abdi negara dan rakyat.
Andjar Surjadianto mewakili suara hati para pejabat Pemkab Sidoarjo yang selama ini bingung. Bagaimana menempatkan diri di antara dua pimpinan daerah yang dicitrakan selalu berseteru. Tidak rukun. Padahal, mereka sejatinya tidak punya masalah yang substansial.
Dalam momentum yang langka itu, para birokrat melihat Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana kembali mesra. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Karena di antara keduanya memang tidak ada masalah yang benar-benar itu masalah.
Kepada jurnalis Ketik.com, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sidoarjo Heru Edy Susanto mengatakan sujud syukur itu merupakan wujud optimistisme bahwa Pemkab Sidoarjo akan lebih baik, dan lebih baik lagi. Islah kedua pimpinan daerah itu merupakan angin segar bagi birokrasi. Harapan yang cerah.
”Pak Inspektur (Andjar Surjadianto) sujud syukur karena sangat ingin Kabupaten Sidoarjo lebih baik lagi,” jelas Heru Edy Susanto. (*)