KETIK, SITUBONDO – Sebanyak 997 calon jemaah haji yang terbagi dalam 4 kloter, yakni kloter 87, 88, 89 dan 90 secara resmi dilepas oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dari Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis 7 Mei 2026.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga jemaah, Forkopimda, tokoh agama, serta jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan memohon doa kepada seluruh calon jemaah haji agar perjalanan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang dipimpinnya dan masyarakat Situbondo mendapat perlindungan dari Allah SWT.

"Semoga calon jemaah haji Situbondo diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Mekkah. Menjadi tamu Allah adalah panggilan mulia," ujarnya.

"Saya berharap seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas agar ibadah haji berjalan lancar dan memperoleh predikat haji mabrur dan mohon sambungan doa agar masyarakat Kabupaten Situbondo sejahtera,” lanjut Bupati Situbondo.

Bupati juga meminta para petugas pendamping untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, khususnya jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

Mas Rio juga mengatakan bangga kepada calon jemaah haji Situbondo yang menanti berangkat ke Tanah Suci Mekkah selama 14 tahun.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, saya ucapkan selamat kepada calon jemaah haji Situbondo yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekah pada tanggal 14 Mei 2026 dini hari," kata Mas Rio.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Situbondo, Rif'an Junaidi mengatakan, jumlah calon jemaah haji asal Situbondo pada musim haji tahun 1447 H/2026 M tercatat sebanyak 993 orang termasuk 3 orang petugas haji.

Jumlah tersebut setelah dikurangi 5 calon jemaah haji yang di antaranya menunda keberangkatan karena sakit 3 orang, meninggal satu orang dan satu orang karena pendamping suaminya yang sakit.

"Seluruh jemaah yang berangkat telah melalui tahapan administrasi, kesehatan, hingga manasik haji. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur," ujar Rif’an dalam sambutannya.

Ia juga menjelaskan dari 993 calon jemaah haji, 171 jemaah di antaranya merupakan lansia yang akan mendapatkan perlakuan khusus nantinya.

"Petugas dan pendamping tentunya akan lebih memprioritaskan jemaah yang lansia, selain pergerakan terbatas juga terkait kesehatannya," jelas Rif'an.

Ratusan jemaah calon haji asal Situbondo tersebut, kata Ri'fan nantinya terbagi dalam empat kloter, yakni Kloter 87, 88, 89, dan 90. Pembagian kloter dilakukan untuk memudahkan proses pemberangkatan serta pelayanan selama perjalanan menuju embarkasi hingga ke Tanah Suci.

Untuk mendukung kelancaran transportasi jemaah, kata Fi'fan, panitia telah menyiapkan sebanyak 26 armada bus dan truk pengangkut koper jemaah. Armada tersebut akan digunakan mengantar jemaah menuju embarkasi sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

Dari ratusan jemaah calon haji tahun ini, kata Ri'fan, terdapat jemaah termuda bernama Afif yang masih berusia 14 tahun dan berasal dari Desa Tokelan, Kecamatan Panji. Sedangkan, jemaah tertua atas nama Artini berusia 85 tahun asal Desa Pesisir Besuki.

Rif'an juga berpesan agar seluruh jemaah mematuhi segala aturan selama haji dan melakukan rukun haji dengan baik.

"Bawa nama baik kabupaten Situbondo, doakanlah Kabupaten Situbondo agar mendapatkan barokah Haji. Semoga setelah melaksanakan haji menambahkan kesalehan sosial dan keadaban," pungkas Rif'an. (*)

Baca Juga:
Lepas Jemaah Haji Jombang, Bupati Warsubi: Jaga Kesehatan dan Kebersamaan
Baca Juga:
[FOTO] Tangis Haru Iringi Keberangkatan Calon Jemaah Haji Asal Jombang