KETIK, LEBAK – Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya resmi membuka perhelatan budaya tahunan Seba Baduy 2026 di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis malam, 23 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Seba Baduy merupakan tradisi sakral masyarakat Baduy yang tidak hanya menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, tetapi juga sarana menyampaikan amanat kepada pemerintah.

“Seba Baduy sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Baduy yang dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus penyampaian amanat kepada pemerintah,” ujar Hasbi di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Seba Baduy tahun ini berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026, dengan mengusung tema *“Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi.”* Tema tersebut mencerminkan kesinambungan nilai-nilai leluhur yang tetap relevan dalam kehidupan masa kini.

Dalam pidatonya, Hasbi juga menyoroti kehidupan masyarakat Baduy sebagai cermin peradaban yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Baca Juga:
DLH Lebak Siagakan 23 Tempat Sampah di Lokasi Seba Baduy 2026

“Masyarakat Baduy merupakan cermin peradaban yang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Mereka memberikan pesan kesederhanaan dan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup serta menghormati alam,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Baduy memberikan pelajaran berharga bahwa kemajuan tidak selalu diukur dari kecepatan perubahan, melainkan dari kekuatan dalam menjaga nilai-nilai dasar kehidupan.

“Masyarakat Baduy mengajarkan kepada kita semua bahwa kemajuan tidak selalu diukur dari seberapa cepat perubahan terjadi, tetapi seberapa kuat kita menjaga kejujuran, kesabaran, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kebersamaan dalam adat istiadat masyarakat Baduy merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan.

Baca Juga:
54 UKM Bakal Meriahkan Seba Baduy 2026, Ajang Promosikan Ekonomi Kreatif Lebak

“Kebersamaan dalam adat istiadat masyarakat Baduy adalah warisan budaya bangsa yang patut kita apresiasi dan lestarikan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut Hasbi, berharap penyelenggaraan Seba Baduy ke depan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun dampaknya terhadap masyarakat, sehingga mampu menembus jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN).

“Oleh karena itu, kami berharap penyelenggaraan Seba Baduy dapat terus ditingkatkan sehingga mampu masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN),” tandasnya.(*)