KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi memulai musim tanam tembakau tahun 2026 melalui kegiatan Gelar Tanam Tembakau, sarasehan, dan seremoni tanam raya yang digelar bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Dalam momentum tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk berdiri bersama petani tembakau menghadapi ancaman regulasi yang dinilai merugikan varietas lokal dan ekonomi rakyat.

Tampak hadir Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Sekretaris Daerah Dr. Fathur Rozi, jajaran staf ahli, asisten sekda, kepala OPD, camat, DPN APTI, APTI Mohammad Yasid, penyuluh pertanian, Lembaga Tembakau Jember (PSMB-LT), kepala desa, buruh tani penerima bantuan alat pertanian.

Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat Bondowoso yang telah menghidupi ribuan keluarga petani selama bertahun-tahun.

“Bagi Bondowoso, tembakau adalah warisan budaya sekaligus komoditas strategis kebanggaan daerah. Ribuan petani menggantungkan hidup pada sektor ini,” ujarnya Kamis, 21 Mei 2026.

Baca Juga:
Lepas Kloter Terakhir, Khofifah Syukuri Pemberangkatan Jemaah Haji 2026 Jatim Lancar

Ia memaparkan, luas tanam tembakau di Bondowoso pada tahun 2024 mencapai 8.424,40 hektare dengan sekitar 5.000 petani aktif.

Bondowoso juga dikenal memiliki varietas unggulan lokal Maesan I dan Maesan II yang menjadi andalan industri nasional.

Namun demikian, menurutnya sektor pertembakauan kini menghadapi tantangan serius, mulai dari faktor cuaca hingga regulasi pemerintah pusat, termasuk PP Nomor 28 Tahun 2024 yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan varietas lokal.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso berdiri tegak bersama petani. Kami mendukung penuh penolakan standarisasi nikotin dan tar yang merugikan tembakau lokal,” tegasnya.

Baca Juga:
Bondowoso Genjot Ekonomi Kerakyatan, PKU Akbar 2026 Jadi Momentum Kebangkitan UMKM

Sarasehan yang mengusung tema “Menanam Harapan, Mengawal Kedaulatan Tembakau di Tengah Badai Regulasi” itu juga menjadi ruang dialog antara pemerintah, petani, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergi menjaga keberlanjutan sektor tembakau nasional.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani dan buruh tani, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan pangan serta paket alat pertanian berupa cangkul, sabit, dan caping kepada 100 buruh tani dan 100 buruh wanita tani guna meningkatkan produktivitas di musim tanam tahun ini.

Ketua DPC APTI Bondowoso Mohammad Yasid mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap perjuangan petani tembakau, terutama dalam menghadapi tekanan regulasi yang dinilai semakin berat.

Di akhir acara, Bupati Bondowoso secara simbolis membuka musim tanam tembakau 2026 dengan harapan mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat tani dan mewujudkan Bondowoso yang sejahtera serta berkah.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, musim tanam tembakau Kabupaten Bondowoso tahun 2026 secara resmi dimulai,” pungkasnya.(*)