KETIK, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky secara resmi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Aceh Timur yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Timur di Hotel Royal Idi, Rabu, 10 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 410 peserta yang akan bertugas melakukan pendataan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Timur. Para petugas akan menjalani pelatihan selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.
Kepala BPS Aceh Timur, Mawarzi Lista Agung, mengatakan mayoritas peserta merupakan generasi muda yang telah melalui proses seleksi ketat dan dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
"Dari total 410 peserta, sebanyak 407 orang merupakan pemuda dan pemudi yang akan diterjunkan ke lapangan sebagai petugas sensus di tingkat kecamatan," ujar Mawarzi.
Ia menjelaskan peserta yang mengikuti pelatihan berusia antara 24 hingga 35 tahun. Sebanyak 62 persen merupakan perempuan dan 38 persen laki-laki.
Baca Juga:
Tulungagung Job Fair 2026 Dibuka, Sediakan Lebih dari 3.750 Lowongan KerjaMenurutnya, seluruh petugas telah dipilih berdasarkan kompetensi dan kesiapan untuk menjalankan tugas pendataan secara profesional.
"Peserta yang mengikuti pelatihan ini berusia antara 24 hingga 35 tahun. Mereka masih muda, sehat, dan memiliki semangat kerja yang tinggi," katanya.
Mawarzi menambahkan, petugas sensus dijadwalkan mulai bekerja pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama proses pendataan berlangsung, BPS akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat dengan baik.
"Tidak boleh ada data yang terlewatkan. Kualitas data menjadi prioritas utama karena hasil sensus ini akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan," tegasnya.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Buka Expo Konstruksi Jatim 2026 dan Kukuhkan Forum Jasa KonstruksiSementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa data memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, hampir seluruh program pemerintah bergantung pada ketersediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Semua persoalan pada akhirnya kembali kepada data. Pelayanan masyarakat, perencanaan pembangunan hingga pengambilan kebijakan harus didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Al-Farlaky.
Ia meyakini para petugas sensus mampu menjalankan tugas secara objektif dan profesional sehingga menghasilkan data yang berkualitas bagi pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga menyinggung komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
"Kita terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di Aceh Timur. Ke depan kita berharap angka tersebut dapat terus ditekan melalui program-program yang tepat sasaran dan berbasis data," ujarnya.
Selain itu, Bupati meminta agar seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh Timur dapat didata secara menyeluruh. Data tersebut nantinya akan menjadi landasan penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Data UMKM harus benar-benar lengkap dan valid. Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Al-Farlaky berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjaga integritas, bekerja secara profesional, dan melakukan pendataan secara cermat di lapangan.
"Pastikan data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah pelatihan selesai, bekerjalah dengan baik di lapangan sehingga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Timur dapat terdata secara maksimal," pesannya.(*)