KETIK, SIDOARJO – Suasana begitu ceria. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum yang begitu menyenangkan bagi murid-murid TK Dharm Wanita Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi menghadirkan kegembiraan yang luar biasa. Bocah-bocah bersukacita.

”Alhamdulillah. Saya dapat masukan bahwa proses MPLS ini insya Allah aman. Anak-anak juga senang. Selama MPLS, mereka belajar menyanyi, mewarnai, main, serta mengenal guru dan lingkungan sekolahnya,” ungkap Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sidoarjo Sriatun Subandi.

Sriatun Subandi datang bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Netti Lastiningsih serta pejabat Dinas Dikbud yang lain pada Rabu (15/7). Mereka hadir untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai prinsip sekolah ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan (bullying). 

Anak-anak terlihat aktif mengikuti kegiatan. Mereka juga gembira bertemu dengan Bunda PAUD Sidoarjo Sriatun Subandi. Pelaksanaan MPLS berlangsung baik dan disambut penuh semangat. Guru-guru maupun pendidik lain juga membimbing mereka dengan baik.

Tujuan utama MPLS adalah membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Dengan begitu, murid-murid merasa nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar ke depan.

Baca Juga:
Bupati Subandi Gandeng Tangan dr Sriatun saat Peragakan Batik Khas Sidoarjo

Sriatun Subandi menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Pemkab Sidoarjo terus mendorong anak usia 5 hingga 6 tahun mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu sebelum masuk SD.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih menmabahkan, MPLS tahun ajaran 2026/2027 ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai anti perundungan sejak usia dini.

”Anak-anak diajari bagaimana bersosialisasi dengan teman, saling menghormati, saling membantu, dan saling menyayangi. Itu merupakan bagian dari kegiatan awal di sekolah untuk pencegahan perundungan,” katanya.

Menurut Netti, keberhasilan menciptakan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman tidak hanya bergantung pada siswa. Para guru sebagai teladan di lingkungan pendidikan merupakan tonggak awal yang utama.

Baca Juga:
181.422 Warga Sidoarjo Terima Beras dan Minyak, Bupati Subandi Pesan Jangan Dijual

”Kepala sekolah, bapak ibu guru dan pengawas harus memahami panduan Belajar di Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Ketika anak-anak dilarang melakukan kekerasan atau bullying, gurunya pun tidak boleh melakukan hal seperti itu. Guru harus menjadi teladan bagi anak-anak,” tegas Netty Lastiningsih.

Kepala TK Dharma Wanita Watugolong Ludyawati menjelaskan, MPLS tahun ini di sekolahnya berlangsung lima hari. Berbagai materi pengenalan lingkungan sekolah disampaikan. Anak-anak dikenalkan dengan ruang kelas, guru, teman sebaya. Mereka belajar bagaimana cara menggunakan fasilitas sekolah secara mandiri.

Pada Tahun ajaran baru 2026/2027 ini, TK Dharma Wanita Watugolong menerima sebanyak 75 siswa. Masing-masing  30 siswa Kelompok A dan 45 siswa Kelompok B.

Ludyawati berharap kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan motivasi bagi para guru sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

”Kami harapkan kedatangan Bunda PAUD bisa memberikan semangat kepada bapak ibu guru, menginspirasi kami, memberikan semangat kepada anak-anak dan wali murid. Kepercayaan masyarakat terhadap TK Watugolong semakin meningkat. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas peserta didik,” jelas Ludyawati. (*)