KETIK, PROBOLINGGO – Ratusan santri putri kelas akhir tingkat SLTP Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo resmi mengikuti puncak rangkaian Orientasi Kelas Akhir (OSKAR) melalui kegiatan Perkemahan OSKAR SLTP Putri 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Tembak TNI AL Paiton, Probolinggo, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Perkemahan yang dipanitiai oleh Pramuka Penggalang Putri Gugus Depan Lengkap Pondok Pesantren Nurul Jadid ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai kepesantrenan bagi para santri sebelum menyelesaikan masa pendidikan mereka di tingkat SLTP.
Wakil Kepala Pesantren III Pondok Pesantren Nurul Jadid, Nyai Hj. Nur Diana Kholidah (Ning Din), bertindak langsung sebagai Pembina Apel dalam upacara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut.
Rangkaian apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Nurul Jadid, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Dasa Dharma Pramuka, Trilogi Santri, serta Panca Kesadaran Santri oleh para petugas.
Baca Juga:
Santri Kelas Akhir Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Enam Perlombaan PramukaDalam amanatnya, Ning Din menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut meskipun prosesi pembukaan sempat terkendala oleh guyuran hujan.
“Alhamdulillah, kita masih bisa berkumpul dalam melaksanakan kegiatan apel pembukaan perkemahan ini. Meskipun tadi terdapat kendala hujan, semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai dan kita semua memperoleh keberkahan serta manfaat,” ujarnya.
Beliau juga berpesan agar seluruh ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama perkemahan dapat diimplementasikan saat para santri kembali ke masyarakat.
“Semoga pula segala ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini dapat diamalkan ketika kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.
Baca Juga:
Hangatnya Kebersamaan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo dan Warga Desa Brabe di Sela Pengerjaan FisikLebih lanjut, Ning Din mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kedisiplinan, berproses dengan penuh semangat, serta memanfaatkan momentum ini untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah antarsantri.
Upacara pembukaan ditandai dengan peresmian secara simbolis oleh Pembina Apel yang disambut meriah oleh tepuk tangan seluruh peserta, kemudian ditutup dengan menyanyikan Hymne Pramuka dan pembacaan doa bersama.
Melalui kegiatan ini, pihak pesantren berharap para santri putri tidak hanya membawa pulang pengalaman berkesan, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan semangat pengabdian yang kuat sebagai bekal melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (*)