Budaya Rasa Ingin Memiliki Pariwisata

Editor: Mustopa

9 Mar 2025 15:16

Thumbnail Budaya Rasa Ingin Memiliki Pariwisata
Oleh: Vivin Alwan*

Pemerintah ada untuk berkompromi, membuat keputusan, dan mendukung sektor swasta, sedangkan sektor swasta ada untuk membuka lapangan kerja dan mendukung kepentingan umum.

Sebagaimana diketahui dalam Undang Undang No.10/2009 tentang Kepariwisataan pada Bab VI Usaha Pariwisata pada pasal 14 terdapat 13 jenis usaha pariwisata, yang mana dari masing-masing jenis usaha ini diisi oleh para pelaku usaha pariwisata yang membuat destinasi dengan basis alam, budaya dan buatan, dalam rangka memenuhi kepentingan umum.

Sesuai dengan penjabaran Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Indonesia (Peraturan Pemerintah No.50/2011), salah satu yang harus dikembangkan yaitu destinasi pariwisata sebagai suatu entitas yang mencakup wilayah geografis tertentu yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata, layanan, serta pendukung lainnya (masyarakat, pelaku industri pariwisata dan institusi pengembang) yang membentuk sistem yang sinergis.

Industri pariwisata jika ditinjau dari segi budaya, memberikan peran penting bagi perkembangan budaya Indonesia. Karena dengan adanya objek wisata dapat memperkenalkan keragaman budaya yang dimiliki suatu negara bisa kesenian tradisional, serta adat yang menarik perhatian wisatawan asing dan wisatawan Indonesia. 

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Alasan orang untuk berwisata ialah untuk menghibur diri dari rasa penat yang dirasakan saat bekerja. Selain itu alasan lain orang berwisata karena ingin menonton pentas-pentas budaya yang hanya diperagakan di tempat-tempat wisata. 

Industri pariwisata yang berkembang dengan pesat memberikan pemahaman serta pengertian antar budaya melalui interaksi pengunjung wisata “turis” dengan masyarakat lokal tempat daerah wisata tersebut berada. 

Hal ini menjadikan wisatawan dapat mengenal dan menghargai budaya masyarakat setempat juga memahami latar belakang kebudayaan lokal yang dianut oleh masyarakat tersebut (Spillane, 1994).

Lebih jauh kearifan lokal merupakan perangkat pengetahuan atau praktik-praktik baik yang berasal dari generasi sebelumnya maupun dari pengalaman yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat lainnya. Kearifan lokal menjadi ciri khas masing-masing daerah yang berpotensi untuk mendukung pengembangan suatu daerah.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Potensi budaya dan kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata menjadi bagian dari produk kreativitas semua manusia yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu upaya pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal adalah pengemasan budaya lokal dalam bentuk festival.

Budaya rasa memiliki atau “sense of belonging” merupakan perasaan diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari sebuah kelompok. Budaya ini dapat menciptakan rasa memiliki dan tujuan, sehingga memungkinkan orang dan bisnis untuk berkembang.

Salah satu sifat manusia yang menonjol ialah ingin selalu menguasai sesuatu, dalam artian memiliki, ini dalam artian positif dapat menumbuhkan perbaikan dalam berbagai hal karena ada kecenderungan lebih banyak hal baik atau positif yang terjadi dibandingkan hal buruk. 

Sebagai contoh, seorang pemilik, biasanya memperhatikan, peduli, membangun, serta memikirkan masa depan, namun berbeda kalau hanya sekadar sewa. Penyewa sebuah rumah akan merasa enggan memperbaiki yang rusak karena merasa bukan miliknya.

Sifat kepemilikan manusia terhadap sesuatu akan memusatkan perhatian kepada pemikiran jangka panjang bukan jangka pendek, strategi bukan taktik, dan apabila sifat manusia yang merasa memiliki “sense of belonging” ini dapat dikembangkan dalam sebuah organisasi dalam meningkatkan pada level destinasi sampai tingkat nasional, maka akan berdampak baik untuk perkembangan kepariwisataan Indonesia.

Rasa memiliki itu menjadi hasil kombinasi dari kesadaran, komitmen, respek dan sedikit rasa posesif dalam konteks dedikasi dan kompetitif yang dimiliki oleh orang-orang di dalam sebuah organisasi. Hal ini berperan sebagai pembentuk identitas diri dan memotivasi seseorang untuk berpartisipasi dalam kelompoknya.

Sebuah destinasi yang dirawat oleh orang-orang yang rasa memilikinya tinggi akan berimbas positif pada destinasi wisata tersebut yaitu, dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, karena tanpa ada paksaan tapi, mereka dengan sukarela melakukan tugas-tugas yang diemban tanpa merasa terbebani, dan dengan sepenuh hati mendedikasikan dirinya kepada destinasi wisata yang dikelolah tersebut.

*) Vivin Alwan, S.E merupakan Ketua Umum Wanita Indonesia Pemerhati Pariwisata

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Garuda Keadilan Gelar Ramadhan Upgrade, Ketua DPD PKS Sampang: Kita Harus Rangkul Anak Muda

Baca Selanjutnya

Pemkab Bondowoso Tuntaskan Penghitungan Efisiensi, Siap Dibahas Bersama Banggar DPRD

Tags:

opini pariwisata Vivin Alwan

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar