KETIK, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menggencarkan penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah selatan.
Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat puluhan titik di dua kecamatan telah menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, BPBD Kabupaten Pemalang melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran bantuan air bersih pada Rabu, 15 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, didampingi Camat Belik Slamet Edy Riyanto dan Camat Pulosari Seno Aji.
Monitoring dilakukan di Dusun Kranjan, Desa Belik, Kecamatan Belik, serta Desa Batursari, Kecamatan Pulosari.
Baca Juga:
Narkoba-Miras Dimusnahkan, Kejari Pemalang Eksekusi Barang Bukti 52 Perkara InkrahAgus Ikmaludin mengatakan, proses distribusi air bersih sejauh ini berjalan baik dan masih mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau.
"Hari ini kami melakukan monitoring dan evaluasi dropping air di Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari. Alhamdulillah distribusi berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kebutuhan dasar masyarakat, seperti untuk minum, memasak, mandi, dan keperluan sehari-hari dapat terpenuhi," ujarnya.
Meski demikian, Agus mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat.
Pasalnya, musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Baca Juga:
Mulai 2027, Urus PBB di Pemalang Tak Perlu ke Kantor, Semua Bisa Dilakukan Secara OnlineIa menjelaskan, warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui kepala dusun, yang selanjutnya diteruskan ke pemerintah desa dan kecamatan untuk diverifikasi BPBD sebelum dilakukan penyaluran.
Sementara itu, Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, mengungkapkan saat ini terdapat dua desa yang terdampak langsung kekeringan, yakni Desa Gombong dan Desa Belik.
Menurutnya, kondisi tersebut masih berada pada fase awal musim kemarau, sedangkan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026.
"Kami berharap bantuan dropping air bersih dapat terus ditingkatkan. Kami juga mengimbau agar seluruh bantuan dari berbagai pihak dikoordinasikan melalui BPBD sehingga distribusi air tidak menumpuk di satu lokasi dan dapat merata kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Di Kecamatan Pulosari, dampak kekeringan bahkan mulai dirasakan sejak Mei 2026.
Camat Pulosari, Seno Aji, menyebut terdapat 67 titik terdampak yang tersebar di sembilan desa.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD menyiagakan dua unit truk tangki air bersih yang setiap hari mendistribusikan air sesuai jadwal ke seluruh lokasi terdampak.
"Alhamdulillah saat ini dua unit truk tangki BPBD disiagakan di Kecamatan Pulosari dan setiap hari kami melaksanakan dropping sesuai jadwal ke 67 titik tersebut. Kami juga terus melakukan pemantauan apabila ada lokasi baru yang membutuhkan bantuan," ujar Seno.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, seperti PMI, organisasi kemasyarakatan, dan relawan yang turut membantu distribusi air bersih selama musim kemarau.
Selain penyaluran air, Pemkab Pemalang juga memperkuat akses air bersih melalui program Belik Welas Asih.
Program tersebut telah menyalurkan 2.000 meter pipa dan dua tandon air berkapasitas 5.000 liter untuk masyarakat di wilayah Jurangmangu dan Gunungsari.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, relawan, organisasi sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun.(*)