KETIK, BLITAR – Blitar Fair 2026 kembali digelar di kawasan Alun-Alun Kanigoro, Kabupaten Blitar. Berlangsung selama 10 hari mulai Jumat, 4 September hingga Minggu, 13 September 2026, kegiatan tersebut tak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM dan pedagang kecil untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.
Digelar untuk kedua kalinya oleh Ormas RaDja Blitar Raya, Blitar Fair tahun ini diisi berbagai lapak kuliner, produk UMKM, warung kopi hingga wahana permainan anak.
Ramainya pengunjung menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Ketua Umum Ormas RaDja Blitar Raya, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau akrab disapa Bagas, mengatakan konsep Blitar Fair memang diarahkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ini Blitar Fair kedua yang dilaksanakan oleh Ormas RaDja. Sesuai dengan visi dan misi Ormas RaDja, yaitu peningkatan perekonomian kemasyarakatan,” kata Bagas, Minggu 6 September 2026.
Baca Juga:
49 UMKM Sukomanunggal Surabaya Didampingi Mahasiswa Masuk Ekosistem DigitalMenurut dia, keberadaan stan UMKM dan pedagang kecil menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan Blitar Fair.
“Blitar Fair ini menggelar bazar dengan menonjolkan produk-produk UMKM, baik nasional maupun lokal, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya Kabupaten Blitar,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyediakan sekitar 100 stan untuk pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 stan berbentuk stan kerucut, sementara sekitar 30 stan lainnya diperuntukkan bagi UMKM, warung kopi dan pedagang kecil.
Bagas menyebut keberadaan Blitar Fair juga memberikan dampak terhadap pedagang yang sebelumnya memang sudah berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
Baca Juga:
Langkah Nyata Angkat Kelas UMKM, Plt Bupati Tulungagung Resmikan Gempita di GOR Lembu Peteng“Pedagang kecil yang sudah biasa jualan di sini juga meningkat penjualannya,” katanya.
Ia berharap aktivitas ekonomi yang muncul selama Blitar Fair tidak berhenti ketika kegiatan selesai.
“Misi kita di sini untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan,” tegas Bagas.
Selain melibatkan pelaku UMKM dan pedagang kecil, pelaksanaan Blitar Fair juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.
Bagas menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, jajaran organisasi perangkat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kanigoro.
“Kami berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang sudah membantu hingga acara ini sukses terlaksana, serta seluruh OPD terkait dan Forkopimcam Kanigoro seperti Camat, Kapolsek dan Danramil Kanigoro beserta jajarannya,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Bagas berharap Blitar Fair dapat menjadi agenda yang digelar secara rutin setiap tahun dengan cakupan yang semakin besar.
“Mudah-mudahan Blitar Fair yang digelar selama 10 hari ini sukses, aman dan lancar. Walaupun banyak kegiatan di wilayah Kabupaten Blitar, antusias masyarakat sangat luar biasa menghadiri dan mengunjungi Blitar Fair,” katanya.
Ia menambahkan, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.
“Harapan kita kegiatan seperti ini dapat terlaksana secara rutin di tahun-tahun depan setiap tahunnya agar perekonomian masyarakat meningkat dan UMKM menjadi maju pesat,” pungkas Bagas.