KETIK, GRESIK – Banjir air mata haru tak mampu lagi dibendung warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) saat kedatangan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir di lokasi pembangunan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 12 Mei 2026.
Tangis itu pecah ketika jenderal bintang satu itu bergantian mendatangi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik warga yang sedang direnovasi.
Tak sekadar meninjau pembangunan, namun ia hadir membawa harapan baru bagi para emak-emak yang selama ini hidup dalam keterbatasan, khususnya tentang tempat tinggal.
Langkah Brigjen TNI Kohir berhenti di rumah sederhana milik Sri Cendani. Dengan mata berkaca-kaca, ibu paroh baya itu tak kuasa menahan tangis saat melihat rumahnya kini kokoh berdiri dan lebih layak untuk ditempati.
“Terima kasih Pak Jendera, saya tidak pernah membayangkan rumah saya bisa sebagus ini,” ucap Sri Cendani sambil memeluk Brigjen TNI Kohir.
Baca Juga:
Simpang Empat Prupuh Gresik Rawan Kecelakaan, Polsek Panceng Gerak Cepat Pasang Marka Kejut demi Keselamatan WargaDengan suara lembut, Danrem Brigjen TNI Kohir membalas dengan usapan tangan kanannya ke punggung Ibu Sri sembari mengucapkan kalimat pesan untuk menumbuhkan semangat menjalani kehidupan. "Iya Bu, ada kami di sini. Kami ada untuk rakyat ibu dan semua rakyat di sini, " ucapnya.
Suasana serupa juga terlihat di rumah Bapak Sumaun. Pria tua itu hanya bisa menunduk haru ketika Danrem menggenggam tangannya. Dinding rumah yang dulu rapuh, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang aman bagi keluarganya.
Pun demikian di rumah Ibu Warni. Tangisan bahkan pecah sebelum kata-kata keluar. Ia berkali-kali mengucap syukur karena bantuan TMMD telah menghadirkan harapan yang selama ini terasa begitu jauh.
Baca Juga:
Pengabdian Demi Kesehatan Warga! Prajurit: Bu Warni, Cepat Sembuh Ya..Sementara, Ibu Eka Irawati tampak tak berhenti memandangi rumahnya yang sedang menjalani proses renovasi. Baginya, kehadiran prajurit TNI bukan hanya membangun tembok dan atap, tetapi juga mengangkat kembali semangat hidup keluarganya.
Demikian juga yang dirasakan rumah Pak Lulus. Tempat tinggalnya tidak lama lagi akan berdiri kokoh dan bisa melindungi keluarganya dari terik panas dan hujan. Tak itu saja, saat Danrem beralih ke rumah milik Bu Sumarni, rasa haru semakin membuat suasana mengharu-biru. Keluarga Bu Sumarni menangis dengan mengucapkan terima kasih ke Sang Jenderal.
"Pak, terima kasih. Kami bersyukur sekali bisa ketemu bapak," lirihnya sembari mengusap air mata yang tak terasa menetes deras di kedua pipinya.
Sementara itu, Brigjen Kohir berupaya menahan situasi haru tersebut. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan antara TNI dan rakyat. “Kalau rakyat bahagia maka itu kebanggaan terbesar bagi kami para prajurit TNI,” ucap Danrem. (*)