KETIK, MALANG – Semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang diisi berbagai lomba dan karnaval memicu lonjakan pemburu baju adat di Kota Malang. Fenomena tahunan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha jasa sewa busana.

Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di Galeri Sevie, Jalan Sawojajar Gang XI, Kecamatan Kedungkandang. Tempat ini dipadati konsumen yang berburu kostum untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.

Pemilik Galeri Sevie, Selfi Helmia, menyebut tingkat permintaan persewaan relatif stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, terdapat pergeseran pola pemesanan, di mana masyarakat cenderung menyewa secara mendadak mendekati 17 Agustus.

"Di tahun lalu, konsumen sudah mulai booking sejak akhir Juli. Kalau tahun ini, pengumuman kegiatan baru ramai di awal Agustus, sehingga lonjakan permintaan sewa baru terasa sangat signifikan pada minggu kedua ini," jelasnya kepada Ketik.com, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Selfi, pakaian adat dan busana pejuang menjadi koleksi yang paling diburu. Penyewa pakaian adat mayoritas berasal dari kelompok instansi, seperti rumah sakit, perbankan, kantor kelurahan, hingga institusi pendidikan.

Baca Juga:
Harga Daging Sapi di Malang Tak Kunjung Turun, Pedagang Kian Resah Penjualan Anjlok

Menariknya, para penyewa dari kalangan instansi tidak berpatokan pada satu jenis busana daerah tertentu. Mereka lebih memilih menampilkan keberagaman pakaian adat Nusantara agar terlihat lebih bervariasi.

"Tiap instansi biasanya menyewa dalam bentuk grup, dengan satu grupnya berkisar 10 hingga 20 penyewa. Mereka minta baju adat yang lengkap dan bervariasi, misalnya dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga NTT dan Papua, sehingga dalam satu grup tidak ada yang memakai busana adat kembar," terangnya. 

Untuk tarif sewa busana adat, Galeri Sevie mematok harga berkisar Rp60.000 hingga Rp400.000. Variasi harga tersebut bergantung pada kerumitan dan kelengkapan aksesori masing-masing pakaian.

"Yang Rp60.000 biasanya model sederhana seperti kebaya atau busana adat Papua. Sedangkan yang mahal biasanya pakaian adat dari Bali, Palembang dan Padang dengan aksesoris lengkap," tambahnya. 

Baca Juga:
Air Mancur Alun-Alun Tugu dan Taman Trunojoyo Bakal Dipoles, Anggaran Rp100 Juta Dikucurkan

Tak hanya baju adat, galeri ini juga menyediakan kostum karnaval dengan kisaran harga sewa Rp150.000 hingga Rp400.000 per dua hari. Guna menarik minat pelanggan, Selfi menghadirkan inovasi baru bertema Hero versi Tradisional, yang memadukan desain tradisional dengan balutan warna-warna mencolok.

"Warnanya kami bikin mencolok seperti semua merah atau putih semua layaknya Power Rangers. Tetapi, unsur tradisional tetap ada dan kami kombinasikan," ungkapnya. 

Selain itu, Selfi mencermati adanya pergeseran tren busana karnaval di tengah masyarakat. Jika tahun-tahun sebelumnya kostum berukuran megah dan besar menjadi primadona, kini tren tersebut mulai bergeser.

"Kalau sekarang, masyarakat lebih menyukai baju karnaval yang simpel. Namun, tetap tampak elegan dan estetik saat dikenakan," tandasnya.(*)