KETIK, MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Tambahan anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk renovasi sekolah yang mengalami kerusakan.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan untuk sementara ini renovasi hanya dilakukan pada sekolah yang sifatnya membutuhkan perbaikan mendesak. 

"Kami memang kemarin mengajukan di PAK untuk anggaran tambahan renovasi sekolah. Besarannya sekitar Rp1,5 miliar. Itu untuk renovasi sekolah yang sifatnya urgent," ujarnya, Senin 14 September 2026.

Ia menjelaskan saat ini terdapat belasan sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP yang membutuhkan perbaikan dengan segera. Ia juga berharap agar usulan tersebut mendapatkan persetujuan demi kelancaran proses pembelajaran para siswa.

"Ada belasan kalau tidak salah. Ada TK, SD, sampai SMP. Mudah-mudahan disetujui. Ini kan juga masih proses pembahasan," ungkapnya.

Baca Juga:
Update Kasus Pemerkosaan di Tlogomas Malang, Pelaku Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Suwarjana menjelaskan, pengajuan anggaran ditujukan untuk sekolah yang belum tersentuh program revitalisasi dari pemerintah pusat. Terlebih banyak sekolah yang mengalami kerusakan khususnya pada bagian atap.

"Kebanyakan sekarang revitalisasi itu dari pusat. Sehingga yang belum tersentuh anggaran dari pusat, kemudian sudah urgent, itu kami usulkan. Utamanya yang perlu diperbaiki itu atap, karena bahaya. Tetapi kerusakan lainnya juga macam-macam," tuturnya. (*)

Baca Juga:
Dinilai Belum Optimal, DPRD Kota Malang Beri Catatan Operasional Angkot Pelajar Gratis