Begini Kesepakatan Aliansi Peduli Petani Sleman dengan BBWS SO Terkait Penutupan Selokan Van Der Wijck

Jurnalis: Abdul Aziz
Editor: M. Rifat

16 Okt 2024 08:01

Thumbnail Begini Kesepakatan Aliansi Peduli Petani Sleman dengan BBWS SO Terkait Penutupan Selokan Van Der Wijck
Suasana audiensi Perwakilan Aliansi Peduli Petani Sleman di DPRD DIY terkait aliran selokan Van Der Wijck, 15 Oktober 2024. (Foto: Olivia/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Sesuai yang telah diagendakan sebelumnya, Selasa 15 Oktober 2024 dilaksanakan tindak lanjut audiensi terkait pengaduan dampak penutupan selokan Van Der Wijck terhadap kegiatan pertanian di lahan pertanian Kabupaten Sleman oleh Aliansi Peduli Petani Sleman (AP2S).

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih sebanyak 80 orang dengan  korlap Sutrisno. Dalam kegiatan yang digelar di ruang Banggar lantai 2 DPRD DIY itu, Ketua DPRD DIY Nuryadi menyampaikan, pertemuan ini merupakan rapat lanjutan. Ia berharap apa yang didiskusikan tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

"Kita sebagai wakil rakyat untuk menengahi dan mendapatkan solution yang berguna bagi kita semua," ungkap Nuryadi.

Sedangkan salah satu anggota DPRD DIY Yan Kurnia Kustanto mengingatkan bahwa pengguna air selokan Van Der Wijck tidak sepenuhnya sepakat. Penutupan tersebut bukan karena tidak ada air. Namun, jalurnya yang tidak bisa di aliri air.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Oleh karena itu ia berharap dari eksekutif untuk mencari solusi yang terbaik. Mengingat jika bicara tentang air artinya bicara tentang kehidupan semua masyarakat. Karena petani-petani itulah yang menunjang kehidupan semua masyarakat.

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari BBWS SO, Suparno menyatakan pada prinsipnya kehadiran mereka mencari win win solution serta tidak ada satu pemikiranpun untuk merugikan rakyat.

"Saluran Van Der Wijck terdapat sendimen, sampah, erusi, dan kerusakan sehingga kita perlu mengeringkan untuk memperbaikinya," jelasnya.

Ia tambahkan, untuk perbaikan aliran air dari hulu sampai hilir mereka membutuhkan waktu sekitar 1 bulan di selokan Van Der Wijck dan 1,5 bulan di selokan Mataram.

Baca Juga:
Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta

"Namun, jika disuruh untuk membuka aliran air kami bisa. Tetapi kami minta jaminan bagaimana dengan perbaikannya ataupun perawatannya," kata Suparno.

Sedangkan Korlap Aliansi Peduli Petani Sleman Sutrisno mennanyakan jangka waktu perawatan/pembangunan bangunan Van Der Wijck ataupun selokan Mataram, apakah setiap 1 tahun, 5 tahun atau berapa tahun sekali.

Foto Kesimpulan audensi Aliansi Peduli Petani Sleman ke DPRD DIY. (Foto: Olivia/Ketik.co.id)Kesimpulan audensi Aliansi Peduli Petani Sleman ke DPRD DIY. (Foto: Olivia/Ketik.co.id)

Ia ungkapkan pemeliharaan yang dilakukan untuk kerusakan ekstrim, tapi para petani termasuk dirinya  juga merasakan dampak yang sangat ekstrim. Yakni kerugian atas pemeliharaan yang dilaksanakan, baik dari sektor pertanian, perikanan, hortikultura, dan lain-lainnya.

Ia mengaku tidak setuju adanya istilah win win solution jika saluran tetap ditutup. "Kita tidak menolak adanya pembangunan. Tetapi apakah terpikir dampak kerugian yg disebabkan dengan pembangunan?," jelasnya.

Untuk itu pihaknya meminta air selokan Van Der Wijck dialirkan kembali. Pernyataan Sutrisno tadi kembali ditanggapi oleh Suparno. Ia sebutkan kehadiran BBWS SO untuk membangun keberlangsungan masyarakat semua.

Diungkapkan kondisi saluran Van Der Wijck ataupun Mataram saat ini mengalami kerusakan atas dampak pembangunan yang lain.

"Mari berdiskusi dengan hati dan kepala yang dingin untuk mendapatkan win win solution, seperti jadwal tanam dan lain-lainnya. Jika kita tidak melakukan perawatan/perbaikan sekarang pasti kerugian akan menjadi lebih besar," tuturnya.

Ia tambahkan, pihaknya akan membuka diri untuk permasalahan ini dan berharap dapat berdiskusi untuk lebih baik lagi kedepannya.

Hasil Kesepakatan

Setelah melalui diskusi yang hangat akhirnya disepakati Rabu 16 Oktober 2024 pukul  00:00 WIB selokan Van Der Wijck dibuka kembali. Selanjutnya pemeliharaan, perbaikan, renovasi dan lain-lain, dilaksanakan dalam durasi satu bulan dalam 5 tahun.

Serta diberikan waktu 10 hari untuk menetapkan waktu penutupan antara Aliansi Peduli Petani Sleman dengan dinas terkait.

"Tinggal menentukan bulan pematian selama satu bulan untuk 5 tahun mendatang. Biar tidak mengganggu siklus pertanian, kita di beri waktu 10 hari," kata Sutrisno.

Selain menyangkut selokan Van Der Wijck, hingga berita ini ditulis belum ada kabar yang pasti terkait rencana penutupan sementara aliran selokan Mataram Rabu besok, 16 Oktober 2024.

Saat dihubungi, Sutrisno menyampaikan, seharusnya ikut ditunda dulu selama10 hari. Karena menyangkut petani Sleman. Namun, saat ditanya lebih jauh apa tadi tidak turut dibahas, ia menjawab 'kelalen' (kelupaan). (*)

Baca Sebelumnya

Kotak Ikan Produk Kota Batu Tembus Pasar Internasional, Pj Wali Kota Beri Apresiasi

Baca Selanjutnya

Begini Tindaklanjut Penanganan Dugaan Pelanggaran Netralitas Oknum ASN Sleman

Tags:

Selokan Mataram Selokan Van Der Wijck Irigasi Primer dimatikan sementara Kesepakatan audensi DPRD DIY Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak BBWS SO Aliansi Peduli Petani Sleman AP2S Pemkab Sleman Pemkab Bantul Pemda DIY

Berita lainnya oleh Abdul Aziz

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

7 Maret 2026 09:00

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

7 Maret 2026 08:30

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

7 Maret 2026 07:00

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

5 Maret 2026 10:50

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

22 Februari 2026 19:41

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

Semarak Ramadan 1447 H, Pasar Malam Hadir di Lapangan Denggung Sleman dengan Nuansa Religius

19 Februari 2026 15:10

Semarak Ramadan 1447 H, Pasar Malam Hadir di Lapangan Denggung Sleman dengan Nuansa Religius

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar