Sleman Jadi Barometer Agraris, 23 Peserta PKN II Jateng Bedah Inovasi Ketahanan Pangan Bumi Sembada

9 Juni 2026 15:00 9 Jun 2026 15:00

Fajar Rianto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sleman Jadi Barometer Agraris, 23 Peserta PKN II Jateng Bedah Inovasi Ketahanan Pangan Bumi Sembada

Wabup Sleman Danang Maharsa (kedua dari kiri) bersama Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah (kedua dari kanan) saat menerima kunjungan peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah di Ruang Sembada Setda Kabupaten Sleman, Selasa 9 Juni 2026. (Foto: Pemkab Slmn for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Kabupaten Sleman menjadi magnet studi banding berskala nasional. Karena dinilai memiliki keunggulan mutlak di sektor agraris, Bumi Sembada resmi dipilih menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah.

Rombongan peserta yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, diterima dengan hangat oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, di Ruang Sembada Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa, 9 Juni 2026.

Uswatun Hasanah mengungkapkan bahwa pemilihan Sleman sebagai destinasi studi strategis ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan pemetaan capaian daerah, Sleman bertengger di peringkat pertama sebagai kabupaten dengan keunggulan terbaik di bidang pertanian.

"Kita mendatangi atau mencari informasi yang terkait dengan Kabupaten/Kota yang memiliki keunggulan di bidang pertanian, dan peringkat satu adalah di Kabupaten Sleman," ujar Uswatun.

Hal inilah yang mendasari 23 peserta visitasi untuk membedah dapur inovasi Sleman selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2025. Selama di Sleman, para peserta akan berfokus pada dua dinas teknis utama, yaitu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP).

Uswatun menekankan, tantangan ke depan adalah bagaimana menggenjot efisiensi melalui sentuhan teknologi digital dan meninggalkan pola lama.

"Menghadapi tantangan terkait efisiensi juga, maka harapan kami, misal terkait dengan pertanian, bagaimana teknologi itu mampu membantu produksi pertanian tidak lagi secara konvensional, tetapi daya pantulnya itu mampu membuat atau menetapkan Kabupaten/Kotanya maupun provinsi ini terkait dengan ketahanan pangan, begitu pula dengan Dinas PU," jelasnya.

Gayung bersambut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan tersebut. Danang menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman sangat terbuka untuk berbagi ilmu, berdiskusi, dan membedah kebijakan yang selama ini sukses diterapkan di lapangan.

"Ya kami apresiasi atas dipilihnya Sleman sebagai lokasi pembelajaran. Semoga bapak ibu peserta bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui OPD kami," kata Danang menyambut hangat para peserta.

Lebih dari sekadar tempat belajar, Danang berharap momentum ini bisa melahirkan sinergi dua arah yang saling menguntungkan. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang tidak hanya menjadi bekal berharga bagi para peserta saat kembali ke daerah asal, tetapi juga membawa dampak positif bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Sleman sendiri.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi tambahan bekal ilmu untuk menyelesaikan ketugasannya. Dan semoga dapat menjadi pengalaman sendiri bagi teman-teman dalam membuat kebijakan di wilayahnya masing-masing," pungkas Danang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkab Sleman ketahanan pangan Pkn Tingkat Ii Jawa Tengah BPSDMD Jateng Danang Maharsa Uswatun Hasanah Inovasi Pertanian Visitasi Kepemimpinan Nasional Dinas Pertanian Sleman DPUPKP Sleman Studi Banding Kepemimpinan Nasional Sektor Agraris Bumi Sembada pelatihan kepemimpinan Birokrasi Modern