KETIK, SAMPANG – Raut bahagia terpancar dari wajah puluhan warga saat berkumpul di RSUD Ketapang, Kabupaten Sampang, Sabtu, 29 Agustus 2026. Senyum sumringah mewarnai momentum Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, ketika puluhan masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan kesempatan kembali melihat dunia dengan jelas melalui program operasi katarak gratis.
Aksi kemanusiaan ini menghadirkan kolaborasi RSUD Ketapang bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).
dr. Sukarno, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketapang melalui humasnya dr. Syafril Alfian Akbar, menjelaskan bahwa bakti sosial ini diadakan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan mata, terutama bagi penderita katarak dari kalangan masyarakat rendah.
“Kegiatan ini sekaligus mewujudkan tanggung jawab sosial rumah sakit dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan berkualitas. Alhamdulillah, dari 100 pendaftar, sebanyak 53 pasien dinyatakan lolos screening dan berhak menjalani tindakan operasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Ditinggal Mengaji, Rumah Warga Sampang Ludes Terbakar: Mari Bantu Ibu Habijeh Bangun Kembali KediamannyaMetode medis dan pemulihan dalam program ini mengadopsi teknologi modern Phacoemulsification (Phaco). Teknik operasi dengan sayatan minim ini memungkinkan pemulihan pasien berjalan lebih cepat dan nyaman.
"Prosedurnya relatif singkat. Pasien mengganti lensa matanya yang keruh dengan intraocular lens (IOL). Setelah operasi, mereka bisa kembali beraktivitas ringan secara bertahap, tentu dengan tetap mengikuti petunjuk kontrol dari tim medis," tambahnya.
Melalui momentum kemerdekaan ini, dokter yang akrab disapa dr. Syafril itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kesehatan mata. Ia meminta keluarga segera membawa anggotanya ke fasilitas kesehatan jika melihat gejala penglihatan kabur.
"Katarak itu dapat diatasi. Jangan tunggu sampai memburuk dan membatasi aktivitas harian. Segera lakukan pemeriksaan sejak dini agar penglihatan dan kualitas hidup keluarga kita tetap terjaga," tutupnya. (*)