KETIK, SURABAYA – Semangat baru mewarnai awal tahun 2026 bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang, Jumat–Sabtu, 6 dan 7 April 2026.
Manajemen Bank Jatim menegaskan ambisi besarnya: menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia pada tahun 2030.
Rakerta tahun ini mengusung tema "Audacity to Fly Higher" sebuah ajakan untuk berani terbang lebih tinggi, melampaui batas, dan mengambil lompatan strategis di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar kata-kata. Ia menyebutnya sebagai cerminan nyata dari semangat transformasi yang sedang dijalankan seluruh insan Bank Jatim yang akrab disapa Jatimers.
Baca Juga:
Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025"Kami mengajak seluruh Jatimers untuk keluar dari zona nyaman, berani menghadapi tantangan dengan inovasi, kolaborasi, dan eksekusi yang unggul," ujar Winardi dikutip, Senin, 13 April 2026.
Visi menjadi BPD nomor satu, lanjutnya, bukan target kosong. Bank Jatim menargetkan keunggulan di seluruh lini mulai dari dana pihak ketiga, penyaluran kredit berkualitas, pertumbuhan laba, hingga penguatan total aset.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Bank Jatim merancang strategi yang disebut 3-2-1, yang terdiri dari tiga pilar utama.
Pertama, strategi tiga bisnis inti: menggenjot low cost funding, meningkatkan kualitas penyaluran kredit, dan mempercepat pertumbuhan transaksi digital banking.
Baca Juga:
Pemkot Batu Genjot Program 1.000 Sarjana, Bank Jatim Beri Dukungan CSR Rp236 JutaKedua, dua enabler pendukung: penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, serta modernisasi sistem teknologi demi layanan yang lebih andal dan aman.
Ketiga, satu fokus pengembangan SDM: membangun Jatimers yang kompeten, adaptif, dan berbudaya inovatif karena manusia tetap menjadi aset paling berharga.
"Melalui strategi 3-2-1, kami optimis mampu memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah nyata bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Winardi.
Rakerta ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang memberikan apresiasi khusus atas peran Bank Jatim dalam menggerakkan sektor UMKM di daerah.
Menurut Khofifah, dukungan Bank Jatim terhadap UMKM bukan sekadar pembiayaan melainkan pendampingan menyeluruh, dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan pasar.
"UMKM yang selama ini kita bawa dalam berbagai misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar," tegasnya.
Ia pun menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui program pembinaan, fasilitasi pemasaran, dan perluasan akses baik secara luring maupun digital.(*)