KETIK, BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendapat hibah aset negara berupa sitem penyedian air minum ( SPAM ).
Instalasi pengolahan air yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tersebut, kini berstatus Barang Milik Negara (BMN) dan berada di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Direktur Utama Perusahan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Bangkalan H. Sjobirin Hasan mengatakan, hibah tersebut dinilai menjadi peluang bagi Pemkab Bangkalan untuk mengoptimalkan aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih dan air minum.
“Alhamdulillah, ini salah satu prestasi dari Bupati Bangkalan, Pak Lukman, karena bisa memperoleh hibah ini,” ujar Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, proses hibah dilakukan karena aset tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Setelah melalui proses administrasi, aset tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
“Memang prosesnya harus masuk dulu ke Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebagai penerima hibah. Setelah itu, pengelolaannya akan diserahkan kepada Perumdam Sumber Sejahtera Bangkalan,” jelasnya.
Sjobirin juga menyampaikan, aset yang dihibahkan berupa instalasi pengolahan air berkapasitas 100 liter per detik. Jaringan instalasi tersebut telah terpasang hingga kawasan Tanean Suramadu dan direncanakan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan air bersih di kawasan sekitar Suramadu.
Layanan tersebut nantinya menyasar masyarakat di sekitar kawasan Tanean Suramadu, termasuk sejumlah kawasan perumahan yang berada di wilayah tersebut.
Kapasitas IPA sebesar 100 liter per detik diperkirakan mampu melayani hingga sekitar 8.000 sambungan rumah (SR). Dengan asumsi satu sambungan rumah dihuni rata-rata lima orang, potensi penerima manfaatnya mencapai sekitar 40.000 jiwa.
“Artinya ada sekitar 8.000 pelanggan baru yang berpotensi mendapatkan akses layanan melalui fasilitas ini. Kalau satu SR sekitar lima jiwa, berarti kurang lebih 40.000 jiwa bisa mendapat tambahan akses terhadap layanan air bersih atau air minum,” ungkapnya.
Target utama pengoperasian IPA tersebut adalah memperluas cakupan layanan bagi masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan akses air bersih, terutama di wilayah yang jaringan perpipaannya sudah tersedia.
Selain memperluas jumlah pelanggan, keberadaan IPA tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan pelayanan air minum di kawasan sekitar Suramadu.
Salah satu keunggulan instalasi tersebut adalah teknologi pengolahan yang memungkinkan air hasil produksi tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga dapat mencapai kualitas air minum.
IPA tersebut telah dilengkapi sejumlah tahapan pengolahan, termasuk teknologi membran seperti reverse osmosis (RO) serta ultraviolet (UV).
“Bisa berhenti sampai air bersih, tetapi bisa juga sampai kualitas air minum karena sudah dilengkapi dengan membran, seperti reverse osmosis dan UV,” jelasnya.
Dengan teknologi tersebut, fasilitas yang dihibahkan tidak hanya menjadi aset infrastruktur, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu penopang peningkatan layanan air minum perpipaan bagi masyarakat Bangkalan, khususnya di kawasan strategis sekitar Suramadu.
Dari sisi sumber daya manusia, Perumdam Sumber Sejahtera Bangkalan dinilai telah memiliki pengalaman dalam mengoperasikan instalasi pengolahan air. Namun, karena fasilitas yang diterima memiliki sejumlah instrumen dan teknologi tambahan, pengelola akan mendapat pendampingan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Untuk operasional pengolahan, teman-teman sebenarnya sudah memiliki pengalaman. Tetapi karena ada tambahan instrumen, nantinya akan didampingi oleh pihak Kementerian PU sekitar enam bulan,” katanya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan teknis dan sumber daya manusia sebelum instalasi beroperasi secara maksimal.
Dengan kapasitas besar dan dukungan teknologi pengolahan yang tersedia, hibah aset eks BPWS tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai penambahan aset pemerintah, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui perluasan akses air bersih dan air minum di Bangkalan. (*)