Ratusan Warga Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kediaman Ketua Umum DPP Ikama

22 Agustus 2026 07:15 22 Agt 2026 07:15

Ismail Hasyim, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ratusan Warga Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Kediaman Ketua Umum DPP Ikama

H. Muhammad Rawi (kopyah hitam) Maulid Nabi Jadikan Momentum Mempererat Hubungan Masyarakat dan Meneladani Rasulullah. (Foto: Ismail/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Ratusan warga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman Ketua Umum DPP Ikama, H. Muhammad Rawi, di Kampung Sumur Agung, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar masyarakat. Warga dari berbagai kalangan berkumpul, bersilaturahmi dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.

Bagi masyarakat, tradisi Maulid Nabi memiliki makna yang cukup kuat. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, peringatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Rawi yang akrab disapa H. Rawi mengatakan, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid. Lebih dari itu, masyarakat perlu menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi ini jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita kembali mengingat perjuangan dan akhlak Rasulullah, kemudian kita terapkan dalam kehidupan kita,” ujar H. Rawi. Jumat 20 Agustus 2026.

Menurut pengusaha besi tua asal Bangkalan, Madura, yang sukses di Jakarta tersebut, Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana membangun kehidupan masyarakat yang dilandasi kasih sayang, persaudaraan, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, momentum Maulid Nabi dinilai sangat relevan untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka akhlak beliau harus menjadi contoh. Kita harus saling menghormati, membantu tetangga, menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan,” katanya.

H. Rawi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kepedulian dan gotong royong. Menurutnya, kehidupan masyarakat akan semakin kuat apabila hubungan antarwarga dibangun atas dasar silaturahmi dan saling membantu.

“Rasulullah mengajarkan kepada kita pentingnya persaudaraan. Karena itu, mari kita jaga hubungan baik antarsesama. Jangan sampai setelah Maulid ini kita kembali sendiri-sendiri. Justru kebersamaan dan silaturahmi ini yang harus terus kita rawat,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi yang digelar di kediamannya tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengingat bersama untuk terus meneladani Rasulullah SAW.

“Semoga Maulid Nabi ini membawa keberkahan bagi kita semua. Semoga kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah semakin kuat dan bisa diwujudkan dengan perbuatan yang baik, sehingga keluarga dan masyarakat kita semakin rukun, damai dan penuh keberkahan,” pungkas H. Rawi.(*)

Tombol Google News

Tags:

maulid nabi Sumur Agung Bangkalan Ketua Umum Ikama