KETIK, BATU – Dari Kepala Dinas Pendidikan hingga dipercaya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, perjalanan karier Alfi Nurhidayat di birokrasi terbilang panjang.
Pengalaman memimpin sektor pendidikan dan infrastruktur menjadi bekal penting bagi pejabat bergelar doktor tersebut dalam mengemban amanah sebagai Sekda definitif setelah melalui proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Sebelum dilantik sebagai Sekda, Alfi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai program strategis di bidang pendidikan terus didorong, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, percepatan Program 1.000 Sarjana, penguatan integritas kepala sekolah, hingga pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan era Society 5.0.
Sebelum berkecimpung di sektor pendidikan, Alfi lebih dahulu mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu.
Baca Juga:
Tertinggi Tahun Ini, Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel Kota Batu hingga 90 PersenPria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur tersebut memiliki pengalaman panjang dalam mengawal pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan perkotaan.
Selama memimpin DPUPR, Alfi terlibat dalam berbagai program pembangunan, di antaranya peningkatan kualitas jalan, pembangunan sistem drainase, penataan kawasan perkotaan, hingga penyediaan infrastruktur pendukung sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain memiliki rekam jejak birokrasi yang panjang, Alfi juga dikenal memiliki latar belakang akademik yang kuat. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun akademik 2002/2003.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada tahun akademik 2010/2011. Selanjutnya, Alfi menempuh pendidikan profesi insinyur di Universitas Muhammadiyah Malang yang diselesaikan pada tahun akademik 2020/2021.
Baca Juga:
Dilantik Jadi Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat Siap Tuntaskan Program Prioritas Mbatu SAEKomitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik berlanjut hingga jenjang doktor. Pada 2025, Alfi resmi meraih gelar doktor dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Di luar aktivitasnya sebagai birokrat, Alfi juga aktif dalam dunia akademik. Berdasarkan data pada laman ResearchGate, ia tercatat sebagai penulis jurnal internasional berjudul A Systematic Review of the Impact Overload on Road Pavement Batu City, Indonesia, yang mengkaji dampak beban kendaraan berlebih terhadap kondisi perkerasan jalan di Kota Batu.
Harta Kekayaan Alfi Nurhidayat
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, Alfi Nurhidayat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp9.171.307.147 setelah dikurangi utang senilai Rp374.908.139.
Komponen terbesar berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp8.739.000.000. Aset tersebut terdiri atas lima bidang properti yang berada di wilayah Malang Raya.
Selain itu, Alfi juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp309.000.000. Kendaraan yang tercantum dalam LHKPN meliputi Honda Tiger tahun 2010, Honda Vario tahun 2010, Yamaha NMax tahun 2018, Suzuki TS125 tahun 2002, serta Honda HR-V tahun 2021.
Dalam laporan yang sama, Alfi memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp15.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp483.215.286. Sementara itu, tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun kategori harta lainnya yang dilaporkan.
Dengan pengalaman memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah, latar belakang akademik hingga jenjang doktor, serta rekam jejak di bidang pendidikan dan pembangunan infrastruktur, Alfi Nurhidayat kini mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu untuk mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, mengawal pelaksanaan kebijakan daerah, serta memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam mewujudkan program pembangunan Kota Batu. (*)