KETIK, BATU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu mencatat rata-rata okupansi hotel pada 3-4 Juli 2026, menembus angka 90 persen, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun ini.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan lonjakan tersebut dipicu tingginya kunjungan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur sekolah untuk berwisata ke Kota Batu.
“Alhamdulillah, okupansi hotel di Kota Batu meningkat tajam. Rata-rata tingkat hunian selama akhir pekan kemarin mencapai lebih dari 90 persen,” ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, capaian tersebut berpeluang menjadi rekor okupansi tertinggi yang diraih sektor perhotelan Kota Batu sepanjang 2026.
“Bisa jadi ini merupakan okupansi tertinggi sementara pada tahun ini,” katanya.
Meski tingkat hunian meningkat signifikan, Sujud menjelaskan tarif kamar hotel belum mengalami kenaikan setinggi periode puncak kunjungan seperti libur Tahun Baru maupun Idulfitri.
“Tetapi untuk room rate atau tarif kamar tidak setinggi malam tahun baru ataupun libur lebaran,” jelasnya.
PHRI memperkirakan tingkat hunian hotel pada akhir pekan terakhir masa libur sekolah masih akan tetap tinggi. Namun, angkanya diprediksi tidak akan melampaui capaian pada pekan pertama Juli.
“Insyaallah akhir pekan terakhir libur sekolah nanti okupansi masih tinggi, tetapi kemungkinan tidak akan setinggi minggu kemarin,” ungkap Sujud.
Sebelumnya, PHRI Kota Batu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga minat wisatawan menginap selama musim liburan. Salah satunya dengan menerapkan sistem penyesuaian tarif kamar secara dinamis sesuai kondisi pasar.
Menurut Sujud, kebijakan tersebut dilakukan agar harga kamar tetap kompetitif tanpa mengurangi daya tarik Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan.
Selain itu, PHRI juga terus mendorong kolaborasi antara sektor perhotelan dengan pengelola destinasi wisata melalui paket bundling hotel dan tiket masuk objek wisata.
Skema tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus membuat biaya liburan menjadi lebih terjangkau.
“Kami sedang mendorong kerja sama antara hotel dengan berbagai taman rekreasi di Kota Batu. Nantinya wisatawan bisa mendapatkan paket bundling berupa kamar hotel dan tiket wisata dengan harga yang lebih ekonomis,” pungkasnya.
.png)