Alih Fungsi Lahan di Hulu Sungai Disebut Picu Banjir Kota di Pacitan, Air Angkut Sedimentasi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

29 Des 2025 19:01

Thumbnail Alih Fungsi Lahan di Hulu Sungai Disebut Picu Banjir Kota di Pacitan, Air Angkut Sedimentasi
Kepala Bidang BLAM PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho saat meninjau kondisi saluran air Blimbing Pacitan. PUPR menilai perubahan tutupan lahan hingga sampah di wilayah hulu sungai menjadi pemicu meningkatnya debit air dan sedimentasi yang kerap membebani drainase kota saat hujan deras, Senin, 29 Desember 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Masalah banjir perkotaan di Kabupaten Pacitan tak lagi semata soal drainase. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan mengungkapkan, penggundulan hutan dan masifnya alih fungsi lahan di wilayah hulu sungai diduga kuat turut menjadi pemicu membesarnya debit air yang mengalir ke jantung kota setiap kali hujan deras mengguyur.

Fenomena ini bisa dilihat dampaknya dalam beberapa tahun terakhir. 

Kepala Bidang Penyehatan dan Lingkungan Air Minum (PLAM) PUPR Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, mengungkapkan perubahan tutupan lahan di kawasan hulu telah mempercepat limpasan air sekaligus membawa sedimentasi dalam jumlah besar.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Tonny menghitung, setiap tiga tahun, tiap titik drainase area kota di Pacitan wajib dilakukan pengerukan karena mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang terbawa air.

"Kalau dulu tidak ada banjir,” ujar Tonny, Senin, 29 Desember 2025.

Ia memaparkan, wilayah hulu saat ini banyak berubah menjadi lahan hujan milik warga yang didominasi tanaman sengon dan jenis tanaman cepat tumbuh lainnya. 

Vegetasi semacam itu dinilai tak mampu menahan tanah dan menyerap air secara optimal.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Daya ikat tanahnya terbatas. Begitu hujan intensitas tinggi turun, sedimentasi langsung ikut terbawa aliran air,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, PUPR Pacitan juga mencatat maraknya pembangunan rumah warga di kawasan hulu sungai. 

Alih fungsi lahan tersebut kian memperparah kondisi karena menggerus daya resap tanah.

“Di area hulu sekarang mulai banyak berdiri bangunan rumah-rumah warga. Resapan tanahnya otomatis berkurang,” lanjut Tonny.

Dampaknya terasa nyata. Debit air yang masuk ke sistem drainase kota melonjak drastis. 

Seperti saat hujan deras mengguyur Pacitan pada Jumat, 26 Desember 2025 lalu, setidaknya tiga titik drainase dilaporkan meluap.

Tiga lokasi itu meliputi Drainase Gerdon di Kelurahan Pucang Sewu, drainase di depan Kantor Kecamatan Pacitan, serta kawasan Blumbang di Kelurahan Sidoharjo.

PUPR menilai, perubahan tutupan lahan di wilayah perkotaan juga menjadi tantangan paling krusial dalam pengendalian banjir perkotaan Pacitan. 

"Selain di hulu, wilayah resapan air di wilayah kota juga semakin sedikit. Itu juga mempengaruhi," paparnya.

Tanpa penanganan menyeluruh dari hulu ke hilir, banjir kota dikhawatirkan akan menjadi kejadian berulang.(*)

Baca Sebelumnya

Kupas Problematika 2025, Komisi C DPRD Beri Sejumlah Catatan untuk Pemkot Malang

Baca Selanjutnya

Sosok Uston Nawawi, Legenda Persebaya yang Jadi 'Jembatan' Pelatih dengan Pemain

Tags:

banjir pacitan hulu sungai gundul alih fungsi lahan pupr pacitan drainase kota Debit air pacitan Banjir kota

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H