Alasan Kader Hingga Pendiri Partai Gerindra Jombang Dukung Mundjidah-Sumrambah

Jurnalis: Karimatul Maslahah
Editor: Muhammad Faizin

23 Nov 2024 19:55

Thumbnail Alasan Kader Hingga Pendiri Partai Gerindra Jombang Dukung Mundjidah-Sumrambah
Kader Gerindra saat menghadiri kampanye Akbar Mundjidah-Sumrambah - Sumrambah di Alun-alun Jombang. (Foto: Karimatul Maslahah/ Ketik.co.id )

KETIK, JOMBANG – Jelang pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) Jombang, Jawa Timur, sejumlah kader bahkan pendiri Partai Gerindra Jombang, beralih dukungan.

Dari yang semula tegak lurus mendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Warsubi Salman (WarSa), beralih mendukung paslon nomor 01, Mundjidah-Sumrambah (MuRah).

Hal ini dikarenakan para kader partai besutan Prabowo Subianto itu merasa, partai berlambang burung Garuda ini hanya dikuasai segelintir orang yang merupakan keluarga dari calon bupati (Cabup) Warsubi.

Ratno Hadi Siswanto, salah satu deklarator atau pendiri Partai Gerindra di Jombang mengatakan bahwa pada 2009 yang silam ia turut mendirikan Partai Gerindra Jombang, dimana saat itu Gerindra diketuai oleh Siswoyo.

Baca Juga:
MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Dan pada Pilkada Jombang 2024 ini, ia menyebut para kader Gerindra Jombang, tidak lagi peduli dengan sosok paslon yang diusung oleh partainya. Karena ada beberapa persoalan yang mempengaruhi hal tersebut.

"Saya ini salah satu deklarator Partai Gerindra, pada tahun 2009, pertama kali ada Gerindra di Jombang, yang diketuai oleh pak Siswoyo," kata Hadi, Sabtu, 23 November 2024.

Ia pun menjelaskan mengapa para kader dan pendiri Partai Gerindra beralih dukungan di pilkada Jombang tahun ini.

"Mengapa banyak teman-teman (kader Gerindra) yang tidak mendukung WarSa (Warsubi-Salman), malah mendukung MuRah (Mundjidah-Sumrambah), karena banyak teman-teman yang kecewa," ujarnya.

Baca Juga:
Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

Ia pun menyebut bahwa selama pilkada Jombang tahun 2024 ini, struktur pengurus Partai Gerindra, baik di tingkat ranting, PAC maupun di DPC tidak ada yang dilibatkan dalam pilkada.

"Pengurus strukturtural mulai ranting, PAC hingga DPC tidak dipakai (dilibatkan) di pilkada, dipakai itu saat dibutuhkan, kalau gak dibutuhkan ya sudah gak dipakai lagi," tuturnya.

Lebih lanjut ia mencontohkan pada saat kegiatan pasar WarSa semisal, para kader maupun pengurus strukturtural tidak dilibatkan dalam kampanye pasar WarSa itu.

"Contoh simpel kemarin ada beberapa, dimana mantan ketua saya partai (Gerindra) di sebelah rumahnya ada kegiatan pasar WarSa, tetapi mantan ketua saya ini tidak diberi tau bahwa di situ ada acara WarSa," kata Hadi.

Dengan adanya kondisi ini, ia mengaku bahwa kader maupun pengurus strukturtural, merasa tak dimanusiakan oleh cabup WarSa maupun ketua Gerindra Jombang, yang tak lain adalah putri dari cabup nomor 02.

"Maka teman-teman secara manusiawi, karena mereka (kader) punya perasaan tetapi tidak dimanusiakan manusia, maka teman-teman sepakat mendukung Mundjidah-Sumrambah," ujarnya.

Selain itu, ia menyebut bahwa selama ini kader dan pengurus strukturtural Gerindra Jombang juga mengetahui rekam jejak masing-masing paslon.

Dimana saat ini Mundjidah-Sumrambah memiliki rekam jejak yang positif dan bagus, sedangkan paslon Warsubi-Salman, dikabarkan memiliki istri simpanan di Mojokerto yang membuat gaduh pilkada Jombang.

"Karena sudah tahu kinerjanya Bu Mundjidah dan mas Rambah pada periode tahun kemarin," tuturnya.

Ia pun mengungkap alasan kuat kader dan pengurus strukturtural partai tidak mendukung WarSa. Meski semula kader dan pengurus strukturtural awalnya tegak lurus terhadap partai.

"Mengapa kader tidak tegak lurus sama partai ya karena itu alasannya tadi. Kita sebenarnya tegak lurus sama partai tapi mereka yang baru datang tidak memanusiakan kita," kata Hadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Sugiono, Wakil Ketua DPC Gerindra Jombang. Purnawirawan TNI ini mengaku bahwa selama ini kader partai maupun pengurus strukturtural partai Gerindra tegak lurus terhadap partai.

Namun, pada Pilkada Jombang ini, partai melabuhkan pilihan terhadap sosok figur yang kurang tepat. Bahkan, figur ini memiliki track record buruk, yakni terlibat skandal, yakni memiliki istri simpanan di Mojokerto.

"Kita ini kan jelas struktur partai Gerindra, saya ini posisinya kan juga wakil ketua (DPC) Gerindra Jombang, saya ini juga kakorcam (ketua koordinator kecamatan) DPR (pileg)," ujar Sugiono.

"Seharusnya memang kita tegak lurus terhadap rekom yang diberikan DPP, tapi ini kan bukan pilihan partai, ini merupakan pemilihan figur pemimpin daerah, jadi kita cenderung merapat kepada orang yang amanah, pernah memimpin Kabupaten Jombang, yakni Bu Mundjidah dan mas Rambah," tuturnya.

Ia pun berharap agar pasangan Mundjidah Sumrambah bisa memenangkan pilkada Jombang tahun ini, sehingga ada keberlanjutan program pembangunan. Mengingat pada era sebelumnya, program yang digagas putri pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu, terkendala pandemi covid-19.

"Kita harapkan kelanjutannya ada. Karena pada periode pertama kemarin ada kendala covid, sehingga tidak merata pembangunan itu, sehingga kita lanjutkan kiprahnya Bu Mundjidah dan mas Rambah," kata Sugiono.

Perlu diketahui pasangan WarSa diusung 8 parpol parlemen dan nonparlemen yang bergabung menjadi Koalisi Jombang Maju. Yaitu partai Gerindra, PKB, PKS, Golkar, NasDem, Gelora, PAN dan PSI. (*) 

Baca Sebelumnya

Kampanye Akbar 02, Bunda Indah Pastikan PKL Aman di Lumajang

Baca Selanjutnya

Lebih Dekat dengan Warga, Paslon NH di Pilkada Kota Batu Miliki Program Sambang Desa

Tags:

jombang Gerindra Mundjidah Wahab sumrambah pilkada Pilbup

Berita lainnya oleh Karimatul Maslahah

BRI Dukung Akses Wisata, Jalan Menuju Agrowisata Gondangmanis Jombang Kini Lebih Mulus

3 Maret 2026 12:04

BRI Dukung Akses Wisata, Jalan Menuju Agrowisata Gondangmanis Jombang Kini Lebih Mulus

APBD 2026 Dibahas, Pemkab Jombang Janjikan Anggaran Pro Rakyat

5 November 2025 11:21

APBD 2026 Dibahas, Pemkab Jombang Janjikan Anggaran Pro Rakyat

Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo

5 November 2025 11:16

Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo

Hujan Tak Kurangi Kemeriahan Malam Puncak Jombang Fest 2025

27 Oktober 2025 11:48

Hujan Tak Kurangi Kemeriahan Malam Puncak Jombang Fest 2025

Bisantren 2025 di Jombang, 240 Santri dari Seluruh Indonesia Adu Ide Bisnis Rebut Modal Puluhan Juta

26 Oktober 2025 12:07

Bisantren 2025 di Jombang, 240 Santri dari Seluruh Indonesia Adu Ide Bisnis Rebut Modal Puluhan Juta

Realisasi Pajak Tembus 91% Target, Pemkab Jombang Beri Apresiasi Wajib Pajak dan Desa Terbaik

26 Oktober 2025 10:59

Realisasi Pajak Tembus 91% Target, Pemkab Jombang Beri Apresiasi Wajib Pajak dan Desa Terbaik

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar