Aktivis Perempuan Desak Pemkab dan Polres Sampang Serius Perhatikan Perlindungan Anak dari Predator Seks

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Muhammad Faizin

3 Mei 2025 20:20

Thumbnail Aktivis Perempuan Desak Pemkab dan Polres Sampang Serius Perhatikan Perlindungan Anak dari Predator Seks
St Urrifah, aktivis perempuan Sampang saat berunjuk rasa di depan Mapolres Sampang (Foto: Mat Jusi/Ketik.co.id).

KETIK, SAMPANG – Aktivis perempuan, St Urrifah, menyoroti kasus tindak tindak pidana persetubuhan dan pencabulan yang menimpa seorang anak perempuan berusia 14 tahun di Sampang.

Perempuan yang bertugas di Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Madura Development Watch (MDW) Sampang ini juga menyoroti maraknya kasus-kasus pencabulan, dan mengungkapkan seksual terhadap anak di Kabupaten Sampang.

St Urrifah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang agar lebih serius dalam memberikan perlindungan terhadap anak dari predator seks.

Sebab, kata dia, peran pemerintah dalam hal ini sangat penting untuk melakukan pencegahan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 

Baca Juga:
Satresnarkoba Polres Sampang Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Pulau, Sita 3 Kg Sabu

“Karena pemerintah punya kelengkapan yang cukup, tinggal bagaiman itu bisa lebih ditekankan lagi ke setiap lembaga yang terkait,” ujarnya, Sabtu, 3 Mei 2025.

St Urrifah juga menekankan kepada aparat penegak hukum (APH) khususnya Polres Sampang untuk betul-betul menjadi pengayom masyarakat dan pelindung serta tidak tebang pilih dalam menangani kasus.

“Saya sangat merinding ketika mendengar di Kabupaten Sampang kembali terjadi kasus pencabulan, penculikan dan penentaran yang menimpa anak berusia 15 tahun. Mengapa kasus serupa terus menerus sering terjadi di Kabupaten Sampang? Dan ini perlu ada evaluasi,” ungkapnya.

“MDW bersama LKPK, Tim Garuda 08 dan Ormas Macan Asia Indonesia (MAI) akan mengawali kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan yang menimpa seorang anak perempuan berusia 14 tahun di Sampang sampai tuntas,” imbuhnya dengan tegas.

Baca Juga:
Proyek Fisik Pemkab Sampang Belum Dilelang hingga Triwulan II 2026, Ini Alasannya

Menurutnya, perlu ada edukasi yang dilakukan lembaga terkait seperti Dinsos PPPA, Dinas Pendidikan dan Aparat Penegak Hukum khususnya Polres Sampang. Tapi yang terpenting APH dalam menangani kasus harus adil dan transparan, karena APH juga punya anak.

"3 lembaga ini saya rasa sudah cukup kalau saja maksimal kerjanya. Artinya penekanannya mulai dari hulu sampai dengan hilir," jelasnya.

Dia juga menilai, keberadaan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di Sampang tidak berfungsi. 

“Seharusnya, P2TP2A bisa lebih aktif dan mampu mencegah terjadinya pengungkapan seksual, dan pencabulan pada anak,” tutur St Urrifah.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada orang tua dan guru bisa membangun kerjasama, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 

“Jadi dua-duanya harus aktif dan kerjasama, kalau guru mengawasi di sekolah, kalau orang tua di rumah maupun di lingkungan bermain anak-anak,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Mas Wiwit dan Gus Hajar Gaungkan Sinergi Pendidikan dan Ekonomi di Peringatan Hardiknas 2025 di Jepara

Baca Selanjutnya

Fast Track Embarkasi Surabaya Buat JCH Pangkas Waktu Menuju Baitullah

Tags:

seksual Polres Sampang Pemkab Sampang Predator Seks PPPA P2TP2A MDW Dinsos PPPA PENCABULAN Kekerasan Seksual

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

12 April 2026 22:47

Kolaborasi dengan Ketik.com, Bank Sampang Tanggung Biaya Makan Santri Yatim Piatu

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

11 April 2026 23:30

Buku Di Balik Layar Demokrasi Karya Miftahur Rozaq Resmi Diluncurkan, Tamsul: Bukti Kader PMII Produktif di Dunia Literasi

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

11 April 2026 12:09

Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

10 April 2026 19:45

Kades Banjar Talela Sampang Mantu, Persiapan Hampir Rampung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar