KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bakal melakukan pemolesan Alun-alun Tugu dan juga Taman Trunojoyo. Anggaran sebesar Rp100 juta pun dipersiapkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). 

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran menjelaskan pemolesan disebabkan oleh kerusakan pada sistem air mancur di kedua taman. Di Taman Trunojoyo sendiri terjadi kerusakan pada sistem pompa dan mesin pemancar air. 

Sedangkan kerusakan cukup parah terlihat pada air mancur Alun-Alun Tugu. Air saat ini hanya dapat menyembur 2,5 sampai 3 meter, dari tinggi seharusnya yakni 6 meter. 

“Seharusnya bisa tinggi sampai enam meter, tapi kondisi sekarang tingginya hanya sekitar 2,5 sampai 3 meter,” ujar Raymond, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kerusakan terjadi pada 3 unit pompa setelah terbakar dan berdampak pada sistem pancaran air secara keseluruhan. Pengadaan unit pengganti melalui PAK diharapkan mampu mengembalikan fungsi air mancur tersebut. 

Baca Juga:
Harga Daging Sapi di Malang Tak Kunjung Turun, Pedagang Kian Resah Penjualan Anjlok

“Untuk yang di Alun-Alun Tugu, kami usulkan kurang lebih sekitar Rp50 juta. Nanti kami usulkan ketika PAK,” jelasnya.

Raymond menjelaskan masalah yang timbul di fasilitas air mancur Taman Trunojoyo pada bagian spul yang mendukung sistem pancur air. Untuk perbaikan kerusakan tersebut diestimasikan membutuhkan biaya sekitar Rp40 juta. 

“Kalau yang Taman Trunojoyo sekitar Rp40 juta. Jadi total keduanya hampir Rp100 jutaan,” katanya.

Melalui pengajuan tersebut ia berharap air mancur di masing-masing taman dapat berfungsi kembali. Terlebih, baik Alun-Alun Tugu maupun Taman Trunojoyo menjadi jujugan masyarakat dan ikon Kota Malang. 

Baca Juga:
Berkah HUT Kemerdekaan RI, Permintaan Sewa Baju Adat dan Karnaval di Kota Malang Meningkat

"Kalau fasilitas kembali normal, diharapkan bisa menunjang kenyamanan pengunjung. Daya tarik Kota Malang juga bisa diperkuat," pungkasnya.(*)