98,8 Persen Takjil di Kota Malang Dinyatakan Aman, Sisanya Masih Mengandung Pewarna dan Bakteri

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

2 Mar 2026 16:10

Headline

Thumbnail 98,8 Persen Takjil di Kota Malang Dinyatakan Aman, Sisanya Masih Mengandung Pewarna dan Bakteri
Ilustrasi pasar takjil di Kota Malang, masih ditemukan pewarna makanan sintetis dan bakteri E. coli dalam jumlah sedikit. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah melakukan uji sampel makanan dari 19 titik Pasar Takjil di Kota Malang. Dari ratusan sampel makanan yang diambil, mayoritas dinyatakan memenuhi syarat kesehatan. 

Kendati demikian, masih ditemukan kandungan zat pewarna sintetis (Rhodamin B) dan bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam jumlah kecil. 

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan secara umum terdapat 98,9 persen sampel makanan memenuhi syarat. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinkes Kota Malang, hanya terdapat 14 sampel makanan yang tidak memenuhi syarat.

"Secara umum, sebagian besar memenuhi syarat, sebagian kecil saja tidak memenuhi syarat. Ada 98,8 persen yang memenuhi syarat dari semua yang sudah dilakukan sampling oleh teman-teman," jelasnya, Senin, 2 Maret 2026.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

sampel makanan yang diambil mulai dari cilok, peyeum, saus, anek minuman, dan lainnya. Untuk uji bakteriologis E. coli, dari 101 sampel yang diperiksa, sebanyak 91 sampel atau 90,1 persen memenuhi syarat, sedangkan 10 sampel atau 9,9 persen lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Untuk uji kandungan bahan kimia mulai dari boraks, formalin, dan methanil yellow, seluruh sampel makanan yang diperiksa dinyatakan aman. Sedangkan pada pemeriksaan Rhodamin B, dari 69 sampel ditemukan 4 sampel atau 5,8 persen tidak memenuhi syarat.

Setelah diketahui kandungan dalam makanan yang dijual oleh pedagang di Pasar Takjil, Dinkes Kota Malang memberikan umpan balik kepada penjual. Edukasi terkait higiene sanitasi pangan dan keamanan pangan juga dilakukan, termasuk mengganti atau substitusi bahan yang mengandung bahan tambahan pangan (BTP) ilegal.

Tak hanya itu, pengambilan sampel ulang khusus untuk jenis takjil yang positif bakteriologis maupun bahan kimia juga akan segera dilakukan oleh Dinkes Kota Malang.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

"Di situ sudah jelas alamatnya, namanya, jadi kita sampaikan ke yang bersangkutan. Bahwa makanan atau minuman yang disajikan di pasar takjil itu mengandung bahan yang tidak direkomendasikan. Berikutnya diharapkan bahan-bahan itu sudah tidak terkandung lagi pada saat dia menyajikan di berikutnya," tegasnya.

Husnul menjelaskan bahwa Dinkes Kota Malang turut memberikan pelatihan terhadap seluruh penjamah makanan terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sayangnya tidak semua pedagang di pasar takjil masuk dalam pelatihan penjamah makanan.

"Ada yang dadakan, ya itu yang belum kami latih untuk pelatihan penjamah makanan. Tapi sudah mendapatkan informasi dari teman-teman," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Papan Bunga Kepung Kejati Sumsel, Dukungan Publik Meluas untuk Penindakan Oknum LSM

Baca Selanjutnya

Cek Waktu Magrib Kota Malang Hari Ini 2 Maret 2026, Lengkap dengan Doa Buka Puasa

Tags:

Pasar Takjil Kota Malang Uji Sample Kesehatan Makanan Kesehatan Makanan Pewarna Sintetis Bakteri E. coli malang takjil

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar