KETIK, BOJONEGORO – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Bojonegoro masa khidmat 2026-2031 bersama Pengurus Ranting Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM)-DMI se-Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan.
Pengukuhan berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jalan Veteran, Selasa, 29 September 2026, pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Memakmurkan Masjid, Memberdayakan Umat, Membangun Bojonegoro Makmur dan Membanggakan.”
Pengukuhan menjadi bagian dari penguatan organisasi kemasjidan sekaligus memperkuat peran masjid, majelis taklim, perempuan, dan keluarga dalam kehidupan masyarakat.
Ketua PD DMI Kabupaten Bojonegoro Ali Mustafa mengatakan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan momentum pengukuhan sebagai awal untuk lebih dekat dengan masjid, umat, dan masyarakat.
“Kami ingin bekerja, kami ingin hadir di tengah-tengah masjid, kami ingin mendampingi takmir menghadirkan manfaat yang nyata,” kata Ali dalam sambutannya.
Baca Juga:
Kodim 0813 Bojonegoro Salurkan 200.000 Liter Air Bersih ke Desa Terdampak KekeringanAli menyebut DMI Bojonegoro telah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk lima tahun ke depan. Salah satunya mendorong takmir masjid agar semakin profesional sekaligus menjadikan masjid lebih ramah, tertib, peduli, dan mandiri.
Menurutnya, DMI dan BKMM merupakan bagian dari satu gerakan dalam memperkuat kehidupan umat. DMI berfokus pada penguatan kemakmuran masjid dan takmir, sedangkan BKMM berperan dalam penguatan majelis taklim perempuan dan keluarga.
“DMI dan BKMM adalah satu kesatuan gerakan. DMI menguatkan kemakmuran dan takmir, sementara BKMM menguatkan majelis taklim perempuan dan juga keluarga,” ujarnya.
Ali juga menegaskan DMI Bojonegoro akan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga:
Bupati Bojonegoro Lantik 69 Kepala Sekolah dan 11 Pejabat FungsionalSementara itu, Sekretaris DMI Provinsi Jawa Timur Drs. H. Suhadi, M.A. yang hadir mewakili Kanwil, menjelaskan posisi BKMM sebagai organisasi otonom yang berada dalam pembinaan DMI sesuai tingkatannya.
Menurut Suhadi, organisasi otonom seperti BKMM maupun organisasi lain di lingkungan DMI memiliki hubungan erat dengan organisasi induknya. Program dan kebijakan organisasi otonom tetap perlu dikonsultasikan dengan DMI sesuai tingkatannya.
Suhadi juga berpesan kepada pengurus yang baru dikukuhkan agar menjalankan kepemimpinan dengan memberikan manfaat, menjunjung kejujuran, serta tanggap terhadap informasi.
“Ketika pemimpin tidak bisa memberikan manfaat kepada anggota atau pengurus atau jamaah, maka status kepemimpinan itu akan luntur dengan sendirinya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Suhadi mengapresiasi proses suksesi kepemimpinan DMI Kabupaten Bojonegoro yang dinilainya berlangsung adem dan tanpa gejolak.
Ali Mustafa sebelumnya merupakan sekretaris, sementara kepemimpinan sebelumnya beralih ke posisi wakil ketua. Menurut Suhadi, pola tersebut dapat menjadi salah satu contoh proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Ini mungkin menjadi pilot project pemilihan-pemilihan ketua DMI di seluruh Jawa Timur,” ujar Suhadi.
Ia berharap kepengurusan DMI Bojonegoro periode 2026-2031 dapat tetap kompak dan menjadi salah satu acuan bagi organisasi DMI di tingkat kabupaten/kota lainnya.
Dalam acara tersebut juga dikukuhkan Pengurus Ranting BKMM-DMI se-Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan SK Pimpinan Daerah BKMM-DMI Kabupaten Bojonegoro Nomor 01/PD.BKMM DMI/SK/IX/2026, terdapat 430 ranting yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro untuk masa khidmat 2026-2031.
SK tersebut menetapkan nama-nama pengurus ranting sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan. Para pengurus ranting diberi mandat melaksanakan program kerja sesuai kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya berharap amanah kepengurusan baru dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kesungguhan.
Ia juga mendorong agar peran masjid dan majelis taklim semakin kuat dalam kehidupan umat dan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun masjid yang semakin makmur, ramah, tertib, peduli, dan mandiri, memperkuat peran perempuan dan keluarga, serta meningkatkan sinergi antara DMI, BKMM, ulama, pemerintah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Setyo Wahono.
Bupati berharap pengabdian para pengurus baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forkopimda atau perwakilan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, MUI, FKUB, IPHI, ICMI, BAZNAS, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus DMI dan BKMM dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.(*)