KETIK, SURABAYA – Sebanyak 38 masjid dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam ajang "Masjid Award 2026". Ajang ini digelar Yayasan Demasindo Jawa Timur bersama Tim Juri Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim.
Ketua Panitia Masjid Award 2026, Dr. Agoes Moh. Moefad mengatakan, nama-nama masjid yang lolos seleksi administrasi ditetapkan dalam rapat Tim Juri bersama Yayasan Demasindo pada 26 Juni 2026. Setelahnya, Tim Juri melakukan asesmen lapangan mulai 8 hingga 26 Juli 2026.
"Nama-nama masjid lolos seleksi administrasi itu ditetapkan dalam rapat Tim Juri dengan Yayasan Demasindo pada 26 Juni 2026, selanjutnya Tim juri melakukan asesmen lapangan dalam rentang waktu mulai tanggal 8-26 Juli 2026," kata Agoes di Surabaya, Minggu, 12 Juli 2026.
Hasil asesmen lapangan itu akan menentukan enam masjid yang masuk Tahap Presentasi. Pengumuman tahap ini dijadwalkan pada 30 Juli 2026, sedangkan presentasi akan berlangsung pada 8 Agustus 2026.
Untuk asesmen Masjid Besar akan dilakukan pada 11-12 Juli dan 18-19 Juli, Masjid Jami' akan di-asesmen pada 10-11 Juli dan 18-19 Juli, Masjid Kantor di-asesmen pada 16-17 Juli dan 20-21 Juli, dan Masjid Kampung/Perumahan di-asesmen pada 13-16 Juli.
Baca Juga:
Tak Cuma Gunung Kawi, Ini 7 Tempat Wisata yang Dikenal Angker di Jawa TimurTim asesmen untuk Masjid Besar adalah H Koderi, H Umar Jaeni, Ahmad Syakur dan tim. Untuk Masjid Jami', tim asesmen adalah H Abdullah Sani, H Suhadi, H. Ade Suwardi dan tim.
Untuk Masjid Perkantoran, tim asesmen adalah H Agus Moefad, Maulidatus, Nur Khosiah dan tim. Untuk Masjid Kampung/Perumahan, tim asesmen adalah H Murtafi Haris, H Imam Basori, Prof Kemal Yusuf dan tim.
Secara rinci, 38 masjid yang lolos seleksi administrasi “Masjid Award 2026” terdiri dari Surabaya (7 masjid), Mojokerto (1), Malang (2), Kota Madiun (2), Kota Blitar (1), Kota Kediri (2), Kota Pasuruan (1), Tuban (3), Trenggalek (1), Sumenep (2), Situbondo (1), Kabupaten Pasuruan (4), Pacitan (2), Nganjuk (2), Lumajang (1), Lamongan (2), Gresik (3), Bojonegoro (1), Banyuwangi (1), dan Kabupaten Malang (1).
Sebelum penjurian berlangsung, Yayasan Demasindo Jatim juga menggelar sejumlah kegiatan lain. Pada 11 Juli 2026, yayasan ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengadakan pelatihan dan praktik tanggap bencana yang diikuti 50 pengurus DMI se-Jatim di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.
Baca Juga:
50 Pengurus DMI se-Jatim Ikuti Pelatihan dan Praktik Tanggap Bencana di BPBD JatimSelain materi, peserta juga diajak praktek pertolongan pertama saat bencana/kecelakaan (pijat jantung) dan merasakan langsung bencana dan dampaknya di Ruang Simulator, Virtual Reality (VR), dan Puskodalops BPBD Jatim yang merupakan satu-satunya ruang simulasi bencana yang dimiliki BPBD di Indonesia yang hingga 2025 dikunjungi 12.000 orang/pelajar dari 24 provinsi.
Selain tanggap bencana, Yayasan Demasindo Jatim bersama Departemen Pemberdayaan ZISWAF PW DMI Jatim juga telah mengadakan Workshop "Transformasi ZISWAF: Menuju Kemandirian Ekonomi Ummat" di Kantor BPN Jatim (6/7), yang diikuti 70 peserta dari BPN, PD DMI Surabaya/Sidoarjo, serta para takmir masjid, yang mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui wakaf produktif, bukan sebatas jariyah untuk aset/bangunan. (*)