KETIK, SIDOARJO – Brunei Darussalam kembali kalah. Kali ini mereka takluk 0-1 melawan Kamboja di babak grup, ASEAN U-17 Boys Championship 2026 di Stasion Gelora Delta, Sidoarjo pada Selasa 14 April 2026.
Kekalahan ini merupakan kedua kalinya bagi tim berjuluk Tebuan, setelah sebelumnya dihajar Australia 0-12. Dengan hasil ini, maka langkah mereka menuju ke babak berikutnya semakin berat.
Kendati menelan kekalahan, asisten pelatih Brunei Darussalam, Edie Fakhri Ajun Abdullah mengaku pada pertandingan yang berlangsung sore tadi banyak peningkatan dari anak didiknya.
"Saya rasa kami banyak mengalami peningkatan sejak pertandingan terakhir," katanya saat konferensi pers usai laga.
Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah HatiPesatnya penampilan pemain itu, kata Edie karena evaluasi yang dilakukan setelah kalah telak dari Australia. Ia juga bersyukur pemainnya dapat melakukan instruksi di lapangan.
"Setelah melakukan beberapa koreksi dalam latihan, kaminlihat tadi sangat senang dengan performa para pemain," lanjutnya.
Sementara itu dari Kamboja, pelatih Khemrin Khek mengaku timnya bisa mencetak lebih dari satu gol jika Brunei Darussalam tidak menerapkan "parkir bus".
"Pertandingan yang mungkin membuat penonton merasa sangat bosan atau jenuh karena Brunei menempatkan 10 pemain di depan gawang," ungkapnya.
Baca Juga:
Ini Daftar Skuad Timnas Badminton Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026Dengan cara bermain seperti itu, menurutnya banyak waktu yang terbuang. Alhasil, timnya hanya bisa mencetak satu gol hingga pertandingan berakhir.
"Ini membuat pertandingan berjalan tidak menarik untuk diikuti. Saya rasa ini sangat mengecewakan bagi para penonton," ungkapnya. (*)