86 Orang Diduga Keracunan Massal di Kabupaten Agam, Status KLB Ditetapkan

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: Gumilang

2 Okt 2025 08:24

Thumbnail 86 Orang Diduga Keracunan Massal di Kabupaten Agam, Status KLB Ditetapkan
Seorang balita penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbaring lemah saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lubukbasung, usai diduga mengalami keracunan massal, Rabu 1 Oktober 2025.(Vanyrama Putry for ketik.com)

KETIK, AGAM – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam terus meluas. Data resmi Dinas Kominfo Agam per Rabu malam, 1 Oktober 2025 pukul 21.00 WIB, mencatat sebanyak 86 orang terindikasi keracunan.

Korban terdiri dari 6 guru, 2 orang tua murid, 57 siswa, serta 21 orang lain yang masih dalam pendataan. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan luas karena sebagian besar korban adalah pelajar penerima manfaat program MBG.

Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Salah satu langkah yang diambil adalah menghentikan sementara aktivitas dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Kampuang Tangah, Lubukbasung, yang menjadi titik produksi menu MBG.

Diketahui dapur tersebut dikelola Yayasan Peduli Karakter Anak bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional serta BUMNag Bersama Antokan Jaya.

Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

“Untuk sementara operasional dapur SPPG Kampuang Tangah kita hentikan sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan penanganan tuntas dilakukan,” tegas Bupati Agam, Beni Warlis, usai rapat bersama Forkopimda.

Para korban kini ditangani di empat fasilitas kesehatan, yaitu RSUD Lubukbasung, RSIA Rizky Bunda, Puskesmas Lubukbasung, dan Puskesmas Manggopoh. Pemkab Agam juga mengimbau masyarakat segera melapor jika muncul gejala serupa agar bisa cepat ditangani.

Informasi awal menyebut dugaan keracunan dipicu menu nasi goreng yang diproduksi dapur SPPG Kampuang Tangah. Dapur ini diketahui melayani lebih dari 3.500 penerima manfaat di 57 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA.

Bupati bersama jajaran Pemkab Agam bahkan turun langsung meninjau kondisi para korban, termasuk di Puskesmas Manggopoh yang merawat jumlah pasien terbanyak. Sementara tim gabungan tengah menelusuri penyebab pasti kasus tersebut.

Baca Juga:
Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

Peristiwa di Agam menambah panjang daftar keracunan massal dalam program MBG. Kasus serupa sebelumnya terjadi di Cianjur dengan 78 korban, di Garut dengan 194 pelajar, di Batang sekitar 60 siswa.

Kemudian di Bombana dengan 13 siswa, hingga di Banggai Kepulauan yang mencatat 314 korban. Secara nasional, sejak Januari hingga September 2025, lebih dari 5.600 orang di 17 provinsi dilaporkan terlibat dalam kasus keracunan MBG.

Fenomena berulang ini menjadi alarm bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memperketat pengawasan dapur penyedia makanan agar program bergizi gratis tidak justru mengancam keselamatan penerimanya.(*)

 

Baca Sebelumnya

Direkrut November, Petugas Haji 2026 Wajib Pelatihan di Barak

Baca Selanjutnya

Momen 2 Oktober, Dari Kebanggaan Batik Indonesia hingga Pesan Tanpa Kekerasan Dunia

Tags:

MBG keracunan massal Makan bergizi gratis Sumbar Agam

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

19 Maret 2026 22:40

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar