KETIK, ACEH BARAT DAYA – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman, atau yang akrab disapa Haji Uma, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, memfasilitasi pemulangan jenazah Oming, warga Gampong Rambong, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dari Malaysia ke kampung halamannya.
Oming meninggal dunia di Malaysia setelah sebelumnya mengalami sakit dan sempat menjalani perawatan. Jenazah almarhum selanjutnya difasilitasi untuk dipulangkan ke Gampong Rambong, tempat keluarga almarhum tinggal.
Tim BP3MI Aceh, Rusmadi, mengatakan almarhum sebelumnya sempat dinyatakan membaik dan direncanakan dibawa ke shelter atau tempat penampungan di Batam sebelum dipulangkan ke Aceh.
Namun, kondisi kesehatan Oming tiba-tiba menurun dalam perjalanan.
"Almarhum sakit dua Minggu lebih, sebelumnya sempat sehat dan akan di bawa pulang ke Aceh, desa Rambong, Abdya. Saat perjalanan almarhum langsung drop dan meninggal dunia," kata Rusmadi, Kamis (10/9/2026).
Dari Jakarta, Haji Uma menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengatakan proses pemulangan jenazah telah dikoordinasikan bersama BP3MI Aceh.
"Selain itu juga semua biaya pemulangan ditanggung oleh BP3MI Aceh dan kita sudah koordinasi," sebut Haji Uma.
Haji Uma juga mengutus penghubung atau Liaison Officer (LO), Jimmy, di Abdya untuk menyampaikan pesan belasungkawa sekaligus santunan kepada keluarga almarhum.
Keuchik Gampong Rambong, Ade Herman, menyampaikan terima kasih kepada Haji Uma dan BP3MI Aceh atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada warganya yang tengah tertimpa musibah.
"Semoga Allah membalas segala kebaikan dan perhatian bapak Haji Uma terhadap warga kita," sebut Ade.
Ade mengatakan Oming telah merantau ke Malaysia selama sekitar tiga tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masing-masing berusia 17 tahun dan 10 tahun.
Pemulangan jenazah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga Aceh yang menghadapi persoalan di luar negeri, khususnya pekerja migran yang membutuhkan pendampingan ketika mengalami musibah. (*)
