Bapanas Sidak Harga dan Mutu Beras di Kediri, Empat Kios Pasar Setono Betek Aman

10 September 2026 23:25 10 Sep 2026 23:25

Angga Prasetya, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bapanas Sidak Harga dan Mutu Beras di Kediri, Empat Kios Pasar Setono Betek Aman

Bapanas RI bersama Pemkot Kediri, Satgas Pangan Polres Kediri, dan Perum Bulog Kediri melakukan sidak harga dan mutu beras di Pasar Setono Betek dan Hypermart, Kota Kediri, Kamis, 10 September 2026. (Foto : Pemkot Kediri)

KETIK, KEDIRI – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) Pengawasan Harga dan Mutu Beras Tahun 2026 di Kota Kediri, Kamis, 10 September 2026.

Hasil pengawasan di Pasar Setono Betek dan Hypermart menunjukkan stok, harga, mutu, dan distribusi beras dalam kondisi aman.

Sidak tersebut melibatkan Pemerintah Kota Kediri, Satgas Pangan Polres Kediri, serta Perum Bulog Kediri. Pengawasan dilakukan untuk memastikan stabilisasi harga, ketersediaan, mutu, dan kelancaran distribusi beras, khususnya di tingkat pedagang dan konsumen.

Analis Ketahanan Pangan Madya Bapanas RI Asep Herdiana mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan persoalan yang perlu dikhawatirkan dari sisi stok, harga maupun arus distribusi.

"Setelah kita melihat dari sisi harga dan ketersediaan di Pasar Setono Betek dan Hypermart, stok, harga, dan arus distribusi aman. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET), semuanya masih dalam batas yang aman, baik beras SPHP maupun premium," kata Asep.

Ia menambahkan harga beras di Kota Kediri relatif terkendali dibandingkan sejumlah daerah lain yang mengalami kecenderungan peningkatan harga. Untuk beras premium, harga masih berada pada batas HET, yakni Rp14.900 per kilogram.

Meski kondisi saat ini aman, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan akibat faktor produksi maupun distribusi. Keterbatasan stok sebelumnya sempat terjadi akibat musim kemarau yang berdampak terhadap penurunan hasil panen dan distribusi.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah menyiapkan sejumlah intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Program tersebut dilakukan dengan menggandeng produsen beras untuk menyediakan komoditas dengan harga maksimal sesuai HET.

"Kita harapkan di Kota Kediri tidak ada gejolak. Untuk bulan depan, dari sisi produksi dan ketersediaan masih cukup. Yang perlu kita lihat adalah distribusinya. Insyaallah tidak ada kelangkaan dan harganya tetap stabil," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Bagus Alit mengatakan pengawasan menyasar pedagang beras di Pasar Setono Betek dan Hypermart. Di Pasar Setono Betek, empat kios diperiksa dan seluruhnya menunjukkan kondisi aman dari sisi harga, kualitas, kemasan, maupun ketersediaan stok.

"Intinya hari ini kami melakukan sidak kepada pedagang pasar di Setono Betek. Ada empat kios yang kami cek dan hasilnya alhamdulillah aman. Dari sisi harga Rp14.900 per kilogram, kemudian kualitas dan kemasannya juga sudah dicek oleh Bapanas dan semuanya aman. Harga normal dan stok juga aman," ungkapnya.

Bagus menjelaskan Pemkot Kediri juga melakukan pemantauan harga secara rutin. Perkembangan harga tersebut kemudian dipublikasikan melalui website Sistem Deteksi Dini Gejolak Harga Pangan (S-Degan) dan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok di Jawa Timur (Siska Perbapo).

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan harga pangan secara lebih mudah dan transparan.

"Kalau mulai ada gejolak harga, kami akan bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar murni (OPM). Jadi kami terus memantau agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," jelasnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun menimbun beras. Dengan kondisi stok yang masih aman dan distribusi terkendali, masyarakat diharapkan berbelanja sesuai kebutuhan.

"Imbauan kami kepada masyarakat, belanja dengan bijak dan jangan menimbun, karena stok beras saat ini masih aman," pungkas Bagus.

Sementara itu, Sugeng, salah satu pedagang beras di Pasar Setono Betek, mengatakan kelancaran distribusi saat ini turut membantu pedagang menjual beras sesuai HET. Menurutnya, akses terhadap distributor beras kini lebih mudah sehingga pedagang dapat memperoleh harga awal yang lebih terjangkau.

"Sekarang sudah bisa masuk ke distributor, jadi saya tidak membeli di toko-toko besar dan bisa mengikuti HET. Kulakan Rp74.000 per lima kilogram, saya jual Rp74.500 per lima kilogram atau sesuai HET," kata Sugeng.

Ia mengatakan peran distributor yang memperpendek rantai distribusi membantu pedagang mendapatkan pasokan. Saat ini, beras premium maupun beras SPHP sama-sama diminati masyarakat, sedangkan stok di tokonya juga dalam kondisi cukup.

Sugeng berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi pedagang dalam menetapkan HET sehingga tersedia ruang keuntungan yang lebih baik. Meski demikian, ia menilai kelancaran jalur distribusi saat ini memberikan dampak positif bagi pedagang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bapanas RI Pemkot Kediri Vinanda Prameswati Mbak Wali Qowimuddin Thoha gus qowim Pasar Setono Betek Kota Kediri Asep Herdiana Bagus Alit Harga beras Mutu Beras HET beras Bulog Kediri Beras SPHP berita kediri info kediri