Tolak Miras dan Tuntut Pelaku Penusukan Santri Diproses Hukum, Ribuan Santri Geruduk Mapolda DIY

Jurnalis: Abdul Aziz
Editor: Muhammad Faizin

29 Okt 2024 20:32

Headline

Thumbnail Tolak Miras dan Tuntut Pelaku Penusukan Santri Diproses Hukum, Ribuan Santri Geruduk Mapolda DIY
Sepuluh ribu Santri dan Kader NU dari berbagai penjuru DIY Selasa 29 Oktober 2024 menggeruduk Mapolda DIY. (Foto: Istimewa)

KETIK, YOGYAKARTA – Sebanyak sepuluh ribu santri dari berbagai pondok pesantren dan kader NU dari berbagai lembaga di wilayah penjuru DIY, Selasa 29 Oktober berbondong-bondong mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) DI Yogyakarta.

Kedatangan massa ini untuk melakukan Aksi Santri Menggugat dengan Koordinator Ketua PW Ansor DIY Abdul Muiz. Aksi tersebut merupakan buntut peristiwa penusukan dua orang santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Yogyakarta yang terjadi di perempatan Jalan Parangtritis-Prawirotaman, Kota Yogyakarta, Rabu malam 23 Oktober 2024.

Para peserta aksi menuntut para pelaku penusukan dan penganiayaan terhadap santri Ponpes Krapyak agar diproses dan dihukum seberat-beratnya. Selain itu, mereka juga menolak peredaran miras di seantero DI Yogyakarta. 

"Kita berharap apa yang kita lakukan ini tidak hanya lelah. Mudah - mudahan hajat kita semua yang hadir dengan tuntutan-tuntutan ini, semoga nanti dikabulkan," ujar salah satu orator.

Baca Juga:
Kisah Haru Abd Qodir, Santri Yatim Piatu di Sampang yang Gigih Belajar di Tengah Keterbatasan Biaya

 

Foto Kehadiran para Santri dan Kader NU ke Mapolda DIY menggunakan berbagai kendaraan, baik sepeda motor, bus, mobil dan truk bak terbuka. (Foto: Istimewa / Ketik.co.id)Kehadiran para Santri dan Kader NU ke Mapolda DIY menggunakan berbagai kendaraan, baik sepeda motor, bus, mobil dan truk bak terbuka. (Foto: Istimewa / Ketik.co.id)

 

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan kemudian menemui para pengurus NU, Kyai, Ansor, Banser, Fatayat NU, Banom, para Santri dan masyarakat peserta aksi. 

Baca Juga:
Kapolda DIY Inspeksi Pos Terpadu Malioboro, Pastikan Kenyamanan Mudik 2026

Suwondo mengatakan dirinya yang paling bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di Yogyakarta.

Suwondo mengungkapkan pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku. Dari awal mula 2 orang menjadi 3 pelaku dan terus berkembang sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam 2 pelaku penusukan berhasil ditangkap. Hasil penyidikan ini menurut Suwondo juga ditopang doa dari para santri.

"Akan kami rilis hasil penangkapan pelaku dan peristiwa kejadian tersebut. Kami sebagai aparat penegak hukum akan kami sampaikan bahwa yang akan di hukum perbuatannya bukan orangnya dan proses hukumnya bisa di kontrol sampai pengadilan," paparnya.

Suwondo juga menyebut kehadiran para santri ini memberikan semangat agar dapat menindaklanajuti, memberatas miras yang ada di DIY ini.

"Bagi yang legal maupun ilegal. Nanti ke depannya saya berjanji dan akan saya pastikan, tidak ada lagi izin miras di Yogyakarta lagi, setuju ?", seru Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan.

 

Foto Sejumlah poster dengan tulisan yang menggelitik turut meramaikan aksi para Santri kali ini.  (Foto: Istimewa / Ketik.co.id)Sejumlah poster dengan tulisan yang menggelitik turut meramaikan aksi para Santri kali ini. (Foto: Istimewa / Ketik.co.id)



Sedangkan Ketua PW Ansor DIY Abdul Muiz dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Gubernur DIY. Ia juga menyampaikan yang ikut aksi tersebut baru berjumlah 2 % dari semua santri yang ada di Yogyakarta.

Ia berharap para pelaku diadili seberat beratnya. Abdul Muiz menjelaskan aksi tersebut terkait terjadinya penusukan Santri dan maraknya miras yang ada di Yogyakarta.

"Satu orang santri ketika di sakiti oleh orang maksiat maka 10 ribu santri tidak akan terima, inilah yang menjadi keprihatinan kita semua untuk menjaga generasi anak bangsa kedepanya, kami mohon hentikan perijinan penjualan miras yang ada di Yogyakarta, dan untuk pelaku penusukan kami mohon dihukum seberat beratnya," ujarnya.

Ia tegaskan ini bukan unsur politik, ini persoalan darah yang menetes di tubuh Santri. Jangan sampai pihak - pihak tertentu ada yang menumpangi ataupun mengatakan bahwa ini adalah unsur kepentingan politik.

Sedangkan para peserta aksi membawa sejumlah spanduk yang di antaranya tertulis: Mari Berantas Miras Ben Anak Cucu Kita Selamat Dunia Akherat; Terima Kasih Partisipasinya Pak Polisi; Jogja Darurat Miras Miras Bikin Gak Waras Berantas Miras Sampai Tuntas.

Serta sejumlah poster dengan tulisan yang menggelitik antara lain: Santri Kudu Wani; Jogja Darurat Miras.!!; Selama Miras Masih Beredar Nama Jogja Akan Tercemar; Jangan Mabok Sayang; Kekerasan Itu Tercela; Aku Islam Mas; Jogja Tempat Generasi Cerdas Bukan Generasi Penikmat Minuman Keras; Selamatkan Citra Baik Jogja, Basmi Premanisme Sampai Akarnya; Lek Slamet Kaose Polosan; Jogja Istimewa Toko Miras Di mana-mana; Senajan Mumet Ojo Oplosan, dan sebagainya. (*)

Baca Sebelumnya

Kemiskinan di Madura Tertinggi, Ini Kata Anggota Banggar DPRD Jatim

Baca Selanjutnya

Pj Sekda Asahan Terima Audiensi Ikatan Pelajar Al-Washliyah

Tags:

santri Kader NU Mapolda DIY Polda DIY Aksi Damai Penusukan Santri penganiayaan santri Santri DIY Prawirotaman

Berita lainnya oleh Abdul Aziz

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

31 Maret 2026 22:22

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

7 Maret 2026 09:00

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

7 Maret 2026 08:30

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

7 Maret 2026 07:00

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

5 Maret 2026 10:50

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

22 Februari 2026 19:41

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar