Dari Gang Dawet Tembus Pasar International,  Kelurahan Kepatihan Tulungagung Jadi Magnet Studi Referensi hingga Bidikan Adipura 2026

Inovasi Bank Sampah dan Kebun Sayur Jadi Rujukan Kecamatan Gemolong Sragen

6 November 2026 18:36 6 Nov 2026 18:36

Sugeng Hariyadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Gang Dawet Tembus Pasar International,  Kelurahan Kepatihan Tulungagung Jadi Magnet Studi Referensi hingga Bidikan Adipura 2026

Rombongan dari Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, rela memboyong anggotanya untuk 'menimba ilmu' dalam agenda studi referensi pada Jumat sore, 6 November 2026, dipimpin langsung oleh sang camat. (Foto : Hariya/ketik com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, menarik perhatian pemerintah daerah lain. Kali ini, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, datang untuk mempelajari langsung pengelolaan Bank Sampah Warga dan wisata petik sayur Semar Tani, Jumat sore, 6 November 2026.

Rombongan yang dipimpin Camat Gemolong tersebut mengunjungi dua program unggulan Kelurahan Kepatihan yang berlokasi di Gang Dawet, RT 03 RW 09. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda studi referensi untuk menggali praktik baik dalam pengelolaan lingkungan sekaligus pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Kepala Kelurahan Kepatihan, Rio Hendrawan Nusantara, menyambut kedatangan rombongan bersama perwakilan Kecamatan Tulungagung dan Ketua Paguyuban Bank Sampah. Dalam kesempatan itu, Rio menjelaskan proses pengembangan Bank Sampah Warga hingga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Program tersebut diresmikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin pada 5 Mei 2026. Sejak diresmikan, bank sampah itu berkembang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi warga melalui pengelolaan sampah yang lebih produktif.

Kebun Semar Tani Hasilkan Sayuran untuk Pasar Taiwan

Selain mempelajari pengelolaan sampah, rombongan Kecamatan Gemolong juga melihat langsung aktivitas pertanian perkotaan di kawasan Semar Tani. Mereka berkesempatan memetik sawi pakcoy yang dibudidayakan di lahan tersebut.

Rio menjelaskan, hasil pertanian Semar Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal. Produk sayuran dari kebun warga itu bahkan telah menembus pasar ekspor hingga Taiwan.

"Sayuran segar ini bukan sekadar konsumsi lokal, melainkan produk unggulan yang telah menembus pasar ekspor hingga ke Taiwan," ucap Lurah Kepatihan saat berbincang dengan Camat Gemolong.

Potensi tersebut menarik perhatian Camat Gemolong. Rombongan melihat langsung bagaimana pemanfaatan lahan pekarangan di kawasan permukiman dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi.

Rio mengaku bangga karena inovasi masyarakat Kepatihan mendapat perhatian dari daerah lain. Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin memotivasi warga untuk mengembangkan berbagai terobosan di bidang lingkungan dan ekonomi kerakyatan.

"Kami sangat bangga potensi lokal Kepatihan kini dikenal luas, bahkan Pokcoy kita sudah merambah Taiwan. Semoga apresiasi ini makin membakar semangat warga untuk terus berinovasi," ungkap Lurah Rio Hendrawan Nusantara penuh syukur.

Menurut Rio, pemerintah daerah perlu terus memberikan dukungan dan pembinaan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai potensi lokal tidak hanya menjadi program percontohan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Kepatihan Kembali Jadi Lokasi Penilaian Adipura 2026

Menariknya, kunjungan Kecamatan Gemolong berlangsung pada hari yang sama dengan kedatangan tim penilai Adipura 2026. Tim gabungan tersebut terdiri atas perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, dan DLH Kabupaten Tulungagung.

Kunjungan tim penilai tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kelurahan Kepatihan dalam mempertahankan konsistensi pengelolaan lingkungan. Pada 2026, Kepatihan tercatat telah empat tahun berturut-turut mengikuti penilaian Adipura.

Dalam tiga tahun sebelumnya, Kelurahan Kepatihan mengandalkan program pengolahan sampah daun menjadi pupuk kompos yang berlokasi di belakang kantor kelurahan.

Namun, tahun ini Kepatihan memperluas pendekatan pengelolaan lingkungannya. Tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, kelurahan tersebut mulai mengembangkan kawasan permukiman hijau yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

Pengembangan Bank Sampah Warga dan kebun sayur Semar Tani menjadi bagian dari upaya tersebut. Kedua program itu menunjukkan bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, sekaligus menjadikan Kelurahan Kepatihan sebagai salah satu rujukan inovasi bagi daerah lain. (*)

Tombol Google News

Tags:

Study Tiru Semar Tani DLH Kecamatan Gemolong