KETIK, TUBAN – Kapal tongkang bermuatan batu bara di Pelabuhan Khusus (Pelsus) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dilaporkan terbakar. Insiden ini menyebabkan ribuan warga setempat terpapar kepulan asap dan debu batu bara.
Peristiwa tersebut sempat terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pelabuhan di kawasan pesisir tersebut.
Kepala Desa Socorejo, Zubbas Arief Rahman Hakim, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan manajemen Terminal Khusus (Tersus) SIG dan bagian CSR perusahaan terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Iya Mas, itu kejadian kemarin sore. Kami sudah berkoordinasi dengan Manajer Tersus SIG dan CSR SIG,” ucapnya, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad KeduaArief menjelaskan, dampak dari kebakaran ini dirasakan cukup luas. Sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) atau ribuan jiwa terdampak langsung oleh polusi asap dan debu. Ironisnya, masalah polusi di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.
"Dalam kurun waktu Desember sampai Februari sudah empat kali kejadian debu, baik debu klinker maupun batu bara,” katanya.
Pemerintah Desa Socorejo sebenarnya telah memanggil pihak pengelola Pelsus SIG dan PT Varia Usaha Bahari (VUBA) selaku vendor bongkar muat sejak awal Januari lalu. Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi konkret atas rentetan masalah polusi di kawasan pesisir.
Arief pun memperingatkan perusahaan agar segera bertindak tegas guna menghindari keresahan masyarakat yang berlarut-larut.
Baca Juga:
Muskerwil I PWNU Jatim di Tuban: Silaturahmi dan Qanun Asasi Ditekankan Kembali Menjelang Abad Kedua NU“Saya khawatir akan menimbulkan konflik sosial antara warga dan perusahaan apabila tidak segera ada solusi,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, Senior Manager Corporate Communication PT SIG, Darma Sunyata, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab insiden kebakaran maupun langkah penanganan bagi warga yang terdampak. (*)