Penerima Manfaat Diintimidasi Gara-Gara Keluhkan Menu MBG di Medsos, Pengelola SPPG Wanglukulon di Senori Tuban Bungkam

Jurnalis: Ahmad Istihar
Editor: Rahmat Rifadin

19 Feb 2026 14:10

Thumbnail Penerima Manfaat Diintimidasi Gara-Gara Keluhkan Menu MBG di Medsos, Pengelola SPPG Wanglukulon di Senori Tuban Bungkam
Paket rapelan 3 hari Menu MBG basah dan keringan sasaran ibu menyusui dan ibu hamil oleh SPPG Wanglukulon Senori Tuban Yayasan Satria Muda Bojonegoro, Kamis 19 Februari 2026 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Kualitas pembagian menu kering dan basah paket rapelan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita (3B) di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, bukannya tambah membaik, layanan yang dikelola Yayasan Satria Muda bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wanglukulon Senori Tuban ini dinilai kian memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, paket menu kering/basah dialokasikan 3 hari konsumsi untuk Penerima Manfaat (PM) hanya dikemas dalam kantong plastik keresek. Untuk ibu menyusui dan ibu hamil senilai Rp10 ribu berupa 2 roti, 2 buah pir, 1 bungkus kacang ringan, 1 botol susu kedelai, dan sebagai menu basah sepotong kue burger dengan saos pabrikan.

Tidak ada beda dengan nilai 10 ribu. Porsi kecil untuk balita Rp8 ribu isinya sama, yang beda hanya susu ultra milk ukuran 125ml.

Baca Juga:
Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Foto Paket 3B Balita Basah dan Kering SPPG Wanglukulon Senori Tuban, 19 Februari 2026 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)Paket 3B Balita Basah dan Kering SPPG Wanglukulon Senori Tuban, 19 Februari 2026 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)

Indikasi rendahnya kualitas nutrisi dalam paket tersebut memicu gelombang protes dari sasaran 3B. Sebagian penerima manfaat menilai komposisi seperti itu, sudah biasa disalurkan SPPG Wanglukulon melalui pos kader posyandu. Paket dibagikan jauh dari standar ditetapkan Badan Gizi Nasional, yang seharusnya menunjang kesehatan ibu dan anak.

"La mau ke mana lagi mengadu kalau nggak lewat sosmed? Toh nanti ujung - ujungnya ramai sama kader posyandu. Ada juga didatangi orang dapur," kata seorang ibu di Senori.

Muncul Dugaan Intimidasi bagi Penerima Manfaat Pengunggah MBG di Sosmed

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Informasi dihimpun di lokasi menunjukkan bahwa awalnya sebagian Penerima Manfaat sebenarnya berniat melaporkan kondisi ini kepada kepala desa setempat. Namun, niat ini urung karena adanya rasa khawatir dan ketakutan untuk menghindari percekcokan di lingkungan sekitar.

Foto Paket MBG 3B Terbungkus kantong kresek bertolak belakang surat edaran BGN nomor 3 tahun 2026 (Foto Ahmad Istihar/Ketik.com)Paket MBG 3B Terbungkus kantong kresek bertolak belakang surat edaran BGN nomor 3 tahun 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

"Banyak yang protes, cuma ada tekanan dan kekhawatiran. Pernah ada kejadian ibu-ibu unggah foto menu MBG ke media sosial, tiba-tiba dia didatangi petugas. Padahal, si petugas ini tidak bekerja dalam dapur," ujar salah satu PM Wangluwetan, salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mitra Yayasan Satria Muda Bojonegoro maupun Kepala SPPG Wanglukulon, Kintania Khoirun Nisa belum memberikan respons terkait penurunan kualitas menu maupun dugaan tindakan intimidasi terhadap penerima manfaat.

Penerima manfaat dan warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi serta mengaudit menyeluruh agar program nasional ini tepat sasaran dan tepat nutrisi. 

BGN Inkonsistensi dalam Pelaksanaan Perintah 

BGN melalui surat edaran nomor 3 tahun 2026 tetang pelayanan MBG pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026M. disebutkan di antaranya, paket makanan kemasan sehat adalah makanan siap makan MBG yang diproduksi/diolah dan dilakukan pengemasan di SPPG.

"Wajib menggunakan tote bag dan dikemas oleh SPPG dengan tetap menerapkan SOP keamanan pangan pengecekan masa kadaluwarsa dan perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga/PIRT) dan kaidah pemenuhan gizi seimbang bukan makanan kemasan dalam arti produk pabrikan UPF dijadikan menu utama," kutipan SE BGN tersebut.

Selain itu, dijelaskan bahwa, SPPG menyediakan 2 buah tote bag untuk setiap penerima manfaat dengan warna berbeda agar dapat menjadi pembeda antara kantong tote bag yang sebelumnya digunakan, dengan kantong tote bag yang akan ditukar pada hari berikutnya.

"Penerima manfaat diharuskan membawa kembali kantong tote bag yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat untuk mendapatkan paket MBG kemasan sehat berikutnya," lanjutnya.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Handayana dalam keterangan singkatnya berjanji akan memerintahkan jajarannya untuk mengkroscek lapangan terkait skema pembagian menu basah dan kering sistem rapelan 3 hari yang riskan penyelewengan terhadap penurunan kualitas menu MBG hingga indikasi penyimpangan dilakukan sejumlah dapur di Tuban, yang tidak patuh  terhadap perintah SE nomor 3 tahun 2026. "Saya cek lapangan dulu," tulisnya.(*)

Baca Sebelumnya

Harga Pangan di Pasar Labuha Naik-Turun, Ikan Mulai Rp100 Ribu hingga Rp50 Ribu/kg

Baca Selanjutnya

Sahroni Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR RI, Ini Kata Nasdem

Tags:

Sppgwanglukulon BGN makan gizi gratis MBG korwiltuban yayasan satria muda Bojonegoro Pendidikan kesehatan

Berita lainnya oleh Ahmad Istihar

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

12 April 2026 22:41

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

12 April 2026 19:54

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

12 April 2026 15:36

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

12 April 2026 14:15

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

11 April 2026 15:01

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

Silaturahmi Dirut PT Pupuk Indonesia ke PPMH 02 Tuban, Minta Doa untuk Kemandirian Pangan

10 April 2026 23:47

Silaturahmi Dirut PT Pupuk Indonesia ke PPMH 02 Tuban, Minta Doa untuk Kemandirian Pangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar