KETIK, TUBAN – Kerusakan parah di ruas jalan Singgahan–Montong, Kabupaten Tuban, memicu keresahan mendalam bagi warga dan pengguna jalan. Jalan penghubung antarkecamatan tersebut kini dipenuhi lubang menganga dan titik ambles. Mirisnya, Dinas Bina Marga PUPR PRKP Tuban dinilai saling lempar tanggung jawab alias "mempingpong" masalah ini ke pihak Lembaga Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).
Berdasarkan pantauan Ketik.com pada Jumat, 22 Mei 2026, kondisi jalan di sepanjang jalur dari Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, hingga arah masuk Guwoterus, Kecamatan Montong, kian memprihatinkan. Selain lubang besar yang bertebaran di badan jalan, minimnya penerangan lampu jalan yang redup bahkan mati mempertinggi risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua pada malam hari.
“Jalan dari wisata air terjun Ngelirip sampai arah mata air Krawak rusak parah. Kalau malam membahayakan pengguna motor. Apalagi lampu jalan redup,” keluh Samuri, salah satu pengguna jalan kepada Ketik.com, Jumat 22 Mei 2026
Warga sekitar menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat kosmetik atau tambal sulam dengan kualitas aspal rendah. Akibatnya, jalan baru diperbaiki beberapa bulan lalu langsung kembali rusak parah setelah dilintasi kendaraan bertonase besar. Kondisi makin memburuk saat hujan turun, di mana genangan air membuat lubang kian melebar dan merembet ke titik lain.
Jalan Singgahan - Montong nampak kanan - kiri hutan dan kondisi median jalan retak berlubang, Jumat 23 Mei 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)
“Baru ditambal beberapa bulan, ini sudah rusak lagi. Kendaraan besar tetap lewat terus, apalagi kalau hujan jadi cepat hancur,” ujar Yanto, warga sekitar yang sehari-hari menyaksikan kondisi jalan tersebut.
Menurutnya, akar masalah ini bukan sekadar urusan teknis aspal, melainkan lemahnya pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur serapan APBD Tuban serta lemah dalam penegakan pelanggaran kelas jalan. Yanto membeberkan sejumlah faktor utama pemicu hancurnya jalan, antara lain seberapa bulan kendaraan berat milik perusahaan tambang PT TGE vendor Pertamina EP bebas keluar-masuk melintasi jalan Mulyoagung–Montong pada malam hari.
Selain itu, Lalu lalang truk tangki BBM Pertamina Fuel TBBM Jenu yang tetap melintas meski muatannya jelas melebihi kapasitas kelas jalan Montong - Singgahan tersebut.
“Beberapa bulan kemarin banyak kendaraan berat milik tambang migas keluar-masuk melintasi jalan penghubung antar kecamatan pada malam hari. Sehingga, memperparah rusaknya jalan,” imbuhnya
Terpisah, Plt Kepala Bidang Bina Marga PUPR PRKP Kabupaten Tuban, Tri Mulya, belum memberikan penjelasan rinci terkait skema perbaikan permanen maupun evaluasi kualitas tambal sulam tersebut. Ia justru melempar urusan penertiban kendaraan over-tonase ke pihak LLAJ.
“Terkait penertiban kendaraan dituangkan dalam berita acara dan ingin lebih jelasnya silakan koordinasi dengan LLAJ,” ujar Tri Mulya singkat saat dihubungi.
Sikap dingin dari pihak dinas ini dinilai sebagai bentuk pembiaran yang mengorbankan keselamatan pengguna jalan. Warga sebagai pengguna jalan yang kerap melintasi rute Montong–Singgahan kini mendesak Dinas PUPR PRKP Tuban untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen secara total.
"Harusnya PU memperbaiki jalan tersebut dan dinas penerangan lampu jalan ikut andil memperbarui lampu-lampu lampu yang redup bahkan mati. Jalan ini kalau malam rawan karena kanan-kiri hutan," pungkas warga berharap ada tindakan nyata sebelum jatuh korban jiwa. (*)
