ANALISIS: Berat Lolos Pildun jika Level Permainan Timnas U-20 Tak Ada Peningkatan

Jurnalis: Agus Riyanto
Editor: Muhammad Faizin

28 Jan 2025 17:10

Headline

Thumbnail ANALISIS: Berat Lolos Pildun jika Level Permainan Timnas U-20 Tak Ada Peningkatan
Agus Riyanto, jurnalis ketik.co.id

KETIK, TRENGGALEK – Tampil kurang menyakinkan di dua laga awal Challenge Series 2025, peluang Timnas Indonesia U-20 lolos Piala Dunia U-20 di Cili tahun ini, terasa berat. Menghadapi dua tim dari Timur Tengah, yakni Jordania dan Suriah, Indonesia tidak bisa berbuat banyak.

Kalah 0-1 atas Jordania, padahal Jordania hanya bermain dengan 10 pemain dan kalah 0-2 dari Suriah.

Secara level permainan, Jordania dan Suriah masih dibawah Iran dan Uzbekistan. Iran dan Uzbekisatan adalah lawan Indonesia di putaran final Piala Asia 2025 di China.

 

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Miskin Kreatifitas dan Tidak Punya Gol Getter

Taktik Indra Sjafri saat melawan Jordania, khususnya pada babak kedua memang menjadi perdebatan. Menghadapi  lawan yang hanya bermain dengan 10 pemain, anak asuhnya begitu keteteran. Baik sisi kiri dan kanan pertahanan sering dieksploitasi lawan. Padahal hanya dengan counter attack. Sehingga, banyak peluang tercipta. Boro-boro mau menyamakan kedudukan, tidak kebobolan saja sudah beruntung.

Setidaknya ada sekitar 4 kali tendangan penjuru secara terus menerus. Ini semakin mempertegas begitu rapuhnya pertahanan Indonesia. Ironisnya, Jordania hanya butuh dua atau tiga pemain untuk memporak-porandakan Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia berusaha menguasai jalannya pertandingan dibabak kedua. Meskipun pola permaianannya terkesan monoton. Organisasi peramainan juga tidak rapi. Tak terkecuali komunikasi antar pemain juga tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Pendeknya, pemain bingung antara mau passing atau melepaskan tembakan. Karena, pertahanan Jordania cukup rapi dan transisi antar pemain lumayan bagus. Ini yang mungkin menyulitkan para pemain Indonesia.

 

Level Semakin Tertinggal Saat Melawan Suriah

Pada laga kedua Challenge Series 2025, Indonesia berhadapan dengan salah satu tim kuat sekaligus peserta putaran final Piala Asia, Suriah. Pola permain dengan taktik sepak bola modern seakan menjadi alarm bagi coach Indra, betapa permainan Suriah cukup terorganisir, rapi, efektif dan efisien.

Tak hanya kalah di lini tengah, para pemain Indonesia begitu agak gugup saat mendapat pressing ketat dari lawan. Sehingga begitu sulit mengembangkan permainan. Belum lagi kecepatan dan postur tubuh para pemain Suriah benar-benar menjadi pembeda.

Proses golnya pun terlihat cukup indah. Mulai dari sundulan kepala hingga tendangan. Selain sulit mengimbangi permainan, Doni Tri Pamungkas cs memang kalah kelas dari sisi permaianan, taktik hingga kematangan tim.

Ini artinya, Indra Sjafri harus memutar otak untuk mempersiapkan tim yang benar-benar bisa bersaing di putaran final Piala Asia China 2025.

Tanpa bermaksud pesimis, penulis membayangkan, ini baru level Suriah dan Jordania. Bagaimana jika harus berhadapan dengan tim Timur Tengah lainnya, sebut saja Iran.

Belum lagi tim dari Asia Timur, seperti Jepang, Korsel, dan tuan rumah China. Tentu ini akan menjadi problem besar jika melihat penampilan anak asuh Indra Sjafri di dua laga awal Challenge Series 2025.

 

Mampukah Indra Sjafri Melakukan Perubahan Signifikan?

Jika melihat gelaran turnamen yang kurang dari satu bulan, tentu sesuatu yang sulit untuk meningkatkan level permainan. Meskipun peluang lolos dan menang di fase grup masih terbuka lebar.

Namun demikian, Indra Sjafri tetaplah Indra Sjafri. Selain bertangan dingin, pelatih asal Sumbar ini punya banyak pengalaman di pertandingan internasional. Salah satunya sukses mengalahkan Argentina pada sebuah turnamen di Korsel 2024.

Paling tidak, kedekatan Indra Sjafri dengan para pemain bisa menjadi modal penting untuk memotivasi anak asuhnya sekaligus untuk meningkatkan level permainan pada saat turnamen yang sesungguhnya.

Indra Sjafri punya cara, Indra Sjafri punya gaya permainan yang mungkin saja diluar perkiraan para pecinta sepak bola tanah air. Artinya, bisa saja penampilan pada Challenge Series 2025 adalah sebuah taktik untuk mengelabui lawan, semoga (*)

Baca Sebelumnya

WhatsApp Segera Hadirkan Fitur Multi Akun di Satu Perangkat Bagi Pengguna iPhone

Baca Selanjutnya

Hujan Deras di Kota Batu Sebabkan Longsor di 4 Titik

Tags:

Berat lolos pildun jika level permainan Timnas u 20 tidak Ada peningkatan

Berita lainnya oleh Agus Riyanto

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

14 April 2026 18:52

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

14 April 2026 17:10

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

5 April 2026 17:43

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

4 April 2026 08:04

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

3 April 2026 12:28

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

Lantik 8 Pejabat Eselon II dan Direktur Tirta Wening, Ini Pesan Tegas Bupati Trenggalek Mas Ipin!

3 April 2026 11:00

Lantik 8 Pejabat Eselon II dan Direktur Tirta Wening, Ini Pesan Tegas Bupati Trenggalek Mas Ipin!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar