KETIK, TRENGGALEK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek mendorong sekaligus memotibasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat untuk berperan aktif dalam mendukung visi Bupati Mochamad Nur Arifin menuju Net Zero Karbon.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkannya dengan melakukan pengendalian emisi dari sektor sampah rumah tangga, khususnya pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun DLH Trenggalek, Fahmi RS, menuturkan, program ini menitikberatkan pada peran langsung ASN dalam mengurangi emisi dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Tak terkecuali peran aktif ASN dalam ikut mensukseskan program Net Zero Karbon.
“Perlu kiranya peran aktif ASN dalam rangka mengurangi emisi di rumahnya. Salah satu sumber emisi adalah sampah rumah tangga,” ucapnya.
Baca Juga:
Wabup Trenggalek Sebut Bantuan Kendaraan Operasional Bentuk Konkret Dukungan KDMPFahmi sapaan dia menegaskan, salah satu arahan Bupati Trenggalek untuk mensukseskan Net Zero Karbon adalah menekankan pentingnya penerapan pola hidup rendah karbon. ASN sebagai pelayan masyarakat diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“ASN harus menjadi garda terdepan sekaligus teladan tentang bagaimana pola hidup yang rendah emisi salah satunya adalah dengan mengolah dan memilah sampah,” tandasnya.
Dalam implementasinya, lanjut Fahmi, ASN diminta untuk memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga seperti plastik, kardus, serta minyak jelantah dari rumah masing-masing.
“Setiap pekan ketiga, sampah tersebut dibawa ke kantor DLH untuk ditimbang dan dikumpulkan,” ungkapnya.
Baca Juga:
Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi AtensiSelanjutnya, hasil pengumpulan akan disalurkan ke bank sampah yang telah bekerja sama dengan DLH untuk dikelola lebih lanjut.
“Hasilnya dibawa oleh bank sampah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ASN diwajibkan mengumpulkan minimal 6 kilogram sampah pilahan dan 6 liter minyak jelantah setiap bulan.
“Itu target minimal. Lebih banyak tentu lebih bagus,” pintanya.
Selain berdampak pada pengurangan emisi, program ini juga dirancang memiliki nilai sosial. Hasil penjualan sampah melalui bank sampah rencananya akan dimanfaatkan sebagai dana sosial bagi pegawai, seperti bantuan saat sakit maupun santunan bagi keluarga ASN yang mengalami musibah.
“Ini masih rencana karena program baru berjalan sekitar dua bulan dengan dua kali pengumpulan. Intinya nanti diarahkan untuk dana sosial,” tambahnya.
Melalui langkah sederhana seperti memilah dan mengelola sampah, DLH Trenggalek berharap kesadaran ASN dan masyarakat terhadap pentingnya pengendalian emisi semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
"Intinya kita wajib mendukung program Pemkab dengan skema tersebut," tandasnya.(*)