Lokasi Huntara Warga Padasari Belum Aman, Pemkab Tegal Siap Sisir Lahan Baru

Jurnalis: Suherman
Editor: Mustopa

12 Feb 2026 16:55

Thumbnail Lokasi Huntara Warga Padasari Belum Aman, Pemkab Tegal Siap Sisir Lahan Baru
Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud memimpin rapat pembahasan final Kajian huntara Desa Padasari di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tegal, Kamis, 12 Februari 2026, (Foto: Humas Pemkab Tegal)

KETIK, TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal belum menemukan lokasi hunian sementara (huntara) yang dinyatakan aman secara teknis bagi warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. 

Hal itu disampaikan setelah rapat pembahasan final kajian lokasi huntara yang digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tegal, Kamis, 12 Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin menjelaskan dua lokasi yang sebelumnya diusulkan dinilai masih berisiko oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. 

"Belum ada lokasi yang secara kebencanaan dinyatakan aman karena lokasi sebelumnya masih berisiko menurut ESDM," ujarnya.

Baca Juga:
Harga Plastik Naik, Diskopukmdag Kabupaten Tegal Minta UMKM Beralih ke Kemasan Alternatif

Afifudin menambahkan bahwa Bupati telah memberinya amanah untuk segera menemukan lokasi yang layak. 

"Bersama ESDM dan Perum Perhutani, kami akan menyisir lokasi-lokasi yang dinilai paling layak untuk huntara," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud yang memimpin rapat menekankan pentingnya mempertimbangkan bukan hanya keamanan, tetapi juga akses ekonomi dan sosial masyarakat. 

"Kita tidak hanya memikirkan tempat tinggal sementara, tetapi juga bagaimana warga tetap bisa beraktivitas, bekerja, dan berkembang. Titik aman tidak harus satu lokasi, bisa tersebar di beberapa titik asalkan memenuhi unsur keamanan," jelasnya.

Baca Juga:
Sepanjang 2022-2025 d Jatim! 97 Persen Merupakan Bencana Hidrometeorologi

Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan alat berat untuk penanganan bencana, namun lokasi I.A dan I.B yang sebelumnya diusulkan masih belum aman berdasarkan informasi dari Dinas ESDM. 

"Penentuan lokasi relokasi sebaiknya dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi geografis wilayah Padasari yang bertebing dan rawan longsor," tambahnya.

Perwakilan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Lia memaparkan hasil kajian teknis bahwa wilayah terdampak memiliki selisih ketinggian hingga 50 meter dengan struktur tanah yang rentan. 

"Mayoritas lapisan tanah bagian atas merupakan campuran kerikil, sedangkan bagian bawahnya berupa lempung. Kondisi ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah," ungkapnya.

Lia merekomendasikan pemetaan ulang secara menyeluruh untuk menjamin keselamatan warga. 

"Pemetaan ulang sangat diperlukan karena ini menyangkut keselamatan jiwa masyarakat Padasari," tegasnya.

Rapat yang dihadiri perwakilan berbagai instansi terkait menyepakati perlunya peninjauan langsung ke lokasi. Bapperida bersama ESDM, BPBD, dan perangkat daerah terkait akan melakukan pemetaan dan kajian lanjutan di lokasi terdampak. Indikasi lahan yang dapat dimanfaatkan berasal dari tanah bengkok Desa Padasari.

Pemkab Tegal menegaskan komitmennya untuk mengupayakan penanganan bencana secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak. 

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga aspek sosial dan psikologis masyarakat agar hubungan mereka dengan desa asal tidak terputus.(*)

Baca Sebelumnya

Menu MBG “Jangan Tewel” Diprotes, Dapur SPPG WR Supratman Bendogerit Kota Blitar Disorot

Baca Selanjutnya

Raih Predikat ZI-WBK, Kemenag Kota Malang Berkomitmen Hadirkan Layanan Lebih Profesional

Tags:

Pemkab Tegal Huntara Padasari tanah bergerak bencana alam Desa Padasari Kecamatan Jatinegara ESDM Jawa Tengah BPBD Tegal

Berita lainnya oleh Suherman

Dorong Modernisasi, Bupati Tegal Serahkan Alsintan dan Bibit Unggul ke Petani

15 April 2026 20:45

Dorong Modernisasi, Bupati Tegal Serahkan Alsintan dan Bibit Unggul ke Petani

Harga Plastik Naik, Diskopukmdag Kabupaten Tegal Minta UMKM Beralih ke Kemasan Alternatif

15 April 2026 19:41

Harga Plastik Naik, Diskopukmdag Kabupaten Tegal Minta UMKM Beralih ke Kemasan Alternatif

Ledakan Bus Bonek di Tol Suradadi, Polres Tegal Evakuasi 4 Korban Luka

13 April 2026 09:10

Ledakan Bus Bonek di Tol Suradadi, Polres Tegal Evakuasi 4 Korban Luka

Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

11 April 2026 21:10

Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

Catat Tanggalnya! Turnamen Esports Kapolres Tegal Seri 2026 Digelar Bergilir di 18 Polsek

7 April 2026 18:49

Catat Tanggalnya! Turnamen Esports Kapolres Tegal Seri 2026 Digelar Bergilir di 18 Polsek

Bupati Tegal Tegaskan ADPD 2027 Utuh, Pembangunan Desa Tak Terkendala

6 April 2026 19:35

Bupati Tegal Tegaskan ADPD 2027 Utuh, Pembangunan Desa Tak Terkendala

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar