39.300 Murid Daftar OPSI 2026, Kemendikdasmen Dorong Budaya Riset

27 September 2026 19:51 27 Sep 2026 19:51

Mustopa

Editor
Thumbnail 39.300 Murid Daftar OPSI 2026, Kemendikdasmen Dorong Budaya Riset

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat membuka OPSI di Tangerang Selatan, Jumat, 25 September 2026. (Foto: Kemendikdasmen)

KETIK, TANGERANG SELATAN – Minat murid Indonesia terhadap riset dan inovasi terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang mencapai 39.300 murid.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan OPSI 2025 yang diikuti 26.723 murid. Tahun ini, OPSI mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi”.

OPSI merupakan ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk membina dan mengembangkan talenta murid di bidang riset dan inovasi.

Pada tingkat nasional, OPSI 2026 diikuti 125 tim finalis atau sebanyak 250 murid dari 24 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Malaysia.

Para finalis tersebut terdiri atas 60 tim jenjang SMP/MTs/sederajat dan 65 tim jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat. Mereka berkompetisi dalam berbagai bidang penelitian.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pembinaan terhadap talenta riset perlu terus dilakukan meski kompetisi telah berakhir.

Pemerintah menyiapkan sejumlah dukungan bagi para talenta, mulai dari uang pembinaan dan bantuan untuk satuan pendidikan, pengembangan kompetensi melalui Bina Talenta Indonesia, hingga Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang sarjana di dalam maupun luar negeri.

“Bagi sebagian talenta, ini juga menjadi kesempatan membawa nama Indonesia ke panggung internasional,” ujar Mendikdasmen saat membuka OPSI di Tangerang Selatan, Jumat, 25 September 2026.

Para pemenang OPSI juga berkesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Puspresnas bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Beasiswa tersebut memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4), baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Selain itu, para pemenang berkesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta jalur prestasi yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

Abdul Mu'ti juga meminta peserta menjadikan pengalaman mengikuti penelitian sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Jadikan OPSI bukan hanya sebagai kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter. Karakter adalah fondasi dari setiap prestasi,” tutur Abdul Mu'ti.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan OPSI menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menghasilkan solusi atas berbagai persoalan.

“OPSI memberi ruang kepada murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis dan sistematis, menganalisis persoalan berdasarkan data, membangun gagasan, serta menghasilkan karya dan solusi yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi kehidupan,” kata Suharti.

Rangkaian OPSI 2026 meliputi sosialisasi, pameran hasil karya, presentasi dan wawancara, serta Research Idea Challenge.

Para finalis juga mendapatkan pengembangan talenta di bidang kepemimpinan melalui penguatan enam kompetensi, yakni Critical Thinking, Communication, Collaboration, Character, Creativity, dan Citizenship.

Kemendikdasmen turut menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyelenggaraan dan pembinaan OPSI.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan metodologi penelitian, pemahaman dasar penelitian sesuai kaidah ilmiah, serta klirens etik penelitian melalui pembelajaran daring.(*)

Tombol Google News

Tags:

OPSI Kemendikdasmen Mendikdasmen Abdul Mu’ti