KETIK, SURAKARTA – Konsulat Jenderal (Konjen) Australia menggandeng Solopos Media Group menggelar workshop bertajuk keberagaman dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Solo, Jawa Tengah, mulai Jumat hingga Minggu, 21-22 Februari 2025.
"Saya berteri makasih kepada Solopos atas kolaborasinya dalam mengadakan kegiatan workshop soal Keberagaman dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Solo ini," terang Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, ketika memberikan sambutan, Jumat, 21 Februari 2025.
Glen mengatakan bahwa media punya peran penting dalam menyebarkan informasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama di era seperti saat ini, banyak muncul hoax dan berita palsu secara bebas di media sosial.
“Saya doakan para wartawan dalam bekerja nantinya dapat hasil yang baik dan lancar semuanya,” ucap Glen mendoakan.
Baca Juga:
UKW Diskominfo Situbondo, 14 Peserta Dinyatakan KompetenDirektur Komersial Solopos Media Grup, Suwarmin, menjelaskan bahwa kegiatan UKW diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas wartawan agar lebih kompeten dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik. Selain itu, juga sebagai sebuah ajang silaturahmi dan berdiskusi antar peserta.
"Nah, selama 5 dekade ini pemerintah Australia merupakan salah satu mitra yang sangat aktif dalam berkolaborasi mulai dari bidang ekonomi, sosial dan budaya, politik hingga keamanan. Kali ini, tema yang diangkat mengenai isu keberagaman," imbuhnya.
Suwarmin berharap kedutaan Australia dapat bekerja sama kembali terutama dalam meningkatkan kompetensi para wartawan di Indonesia melalui UKW.
“Kegiatan UKW ini sebagai sertifikasi jurnalis media resmi yang berbadan hukum. Di samping itu, apresiasi atas peran wartawan dalam mewujudkan jurnalisme berkualitas, berimbang, dan menjunjung tinggi nilai keberagaman. Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih,” ungkapnya.
Baca Juga:
UKW Ke-59 PWI Malang Raya Resmi Dibuka, Diikuti 36 PesertaSuwarmin menegaskan, sertifikasi dari UKW bukanlah tujuan akhir, melainkan sebagai awal pembuktian wartawan dalam menegakkan kebebasan pers yang dilandasi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.
"Inilah yang kemudian membedakan jurnalis dengan pegiat media sosial,” pungkasnya. (*)