Tahu Campur Lamongan Mas Chus, Kuliner Khas Jawa Timur yang Viral Ditonton 6,1 Juta Kali di TikTok

8 September 2026 10:08 8 Sep 2026 10:08

Rayyan Nabil A., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tahu Campur Lamongan Mas Chus, Kuliner Khas Jawa Timur yang Viral Ditonton 6,1 Juta Kali di TikTok

Suasana warung Tahu Campur Lamongan Mas Chus tampak dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia yang sedang menyantap hidangan warung mas chus, pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Rayyan Nabil Abrary/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Tahu Campur Lamongan Mas Chus sempat menjadi perbincangan warganet usai kontennya viral di TikTok dan ditonton lebih dari 6,1 juta kali.

Warung makan sederhana yang berlokasi di Jl. Karah Agung, Karah, Kecamatan Jambangan, Surabaya tepatnya di sebelah selatan Pasar Karah, melewati simpang empat di jalur kiri.

Kini warung tersebut ramai diserbu warga setempat dan penikmat kuliner yang penasaran dengan cita rasa kuliner khas Jawa Timur yang disajikannya.

Video yang diunggah oleh akun Tik Tok @kuyliner.id dengan caption "Tahu Campur Kebanggaan Warga Karah & Ketintang" itu berhasil mencuri perhatian publik dunia maya, membuat nama warung yang semula hanya dikenal warga sekitar kini meluas karena pemburu kuliner penasaran dengan rasa yang ditawarkan warung makan tersebut.

Foto Seporsi tahu campur khas Tahu Campur Lamongan Mas Chus dengan isian tahu, mi kuning, tauge, dan sayuran segar yang disiram kuah petis kental yang disajikan oleh warung Tahu campur Lamongan mas chus pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Rayyan Nabil Abrary/ketik.com)Seporsi tahu campur khas Tahu Campur Lamongan Mas Chus dengan isian tahu, mi kuning, tauge, dan sayuran segar yang disiram kuah petis kental yang disajikan oleh warung Tahu campur Lamongan mas chus pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Rayyan Nabil Abrary/ketik.com)

Lonjakan popularitas ini turut mendongkrak nama Tahu Campur Lamongan Mas Chus sebagai salah satu destinasi kuliner yang layak masuk daftar wajib coba.

Padahal di balik viralnya konten tersebut, usaha ini justru berangkat dari kisah sederhana. Berdiri sejak tahun 2019, warung ini digagas berdasarkan resep kuliner turun-temurun dalam keluarga.

Menurut narasumber yang ditemui di lokasi bernama Agil Pangestu, adik dari pemilik warung, alasan ia dan kakaknya membuka usaha ini adalah untuk mencoba peruntungan di bidang kuliner, sekaligus mengenalkan makanan khas dari desa asal mereka kepada masyarakat luas. 

"Alasan dibuatnya warung makan ini karena ingin mencoba peruntungan di usaha kuliner, kenapa memilih menu tahu campur karena ingin mengenalkan makanan khas desa saya," ujar Agil. 

Foto Semangkuk lontong kikil khas Tahu Campur Lamongan Mas Chus dengan potongan kikil, lontong, dan kuah kental berwarna cokelat kemerahan, siap disajikan kepada pengunjung, pada Kamis, 20 Agustus 2026. (Rayyan Nabil Abrary/ketik.com)Semangkuk lontong kikil khas Tahu Campur Lamongan Mas Chus dengan potongan kikil, lontong, dan kuah kental berwarna cokelat kemerahan, siap disajikan kepada pengunjung, pada Kamis, 20 Agustus 2026. (Rayyan Nabil Abrary/ketik.com)

Meski begitu, cita rasa yang disajikan bukan sekadar racikan baru. Resep tahu campur yang digunakan merupakan warisan turun-temurun dalam keluarga, yang kemudian diteruskan menjadi menu andalan warung ini.

Soal nama "Mas Chus" yang tersemat di warung, Agil menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari nama kakaknya sendiri.

"Pemberian nama Tahu Campur Lamongan Mas Chus diambil dari nama kakak saya karena ia sebagai penggagas usaha warung makan ini," jelas Agil. 

Saat berkunjung langsung ke lokasi, suasana warung terlihat ramai dipadati pelanggan dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak yang datang bersama keluarga hingga orang dewasa.

Keberagaman usia pengunjung ini menjadi salah satu indikator bahwa daya tarik Tahu Campur Lamongan Mas Chus tidak hanya berhenti di dunia maya saja, tetapi juga terasa secara langsung di lokasi. 

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 17.00-23.00 WIB, menjadikannya pilihan menu untuk makan malam bagi warga Karah dan sekitarnya.

Warung makan ini menawarkan 3 menu andalan yaitu tahu campur yang dibanderol Rp24.000, tahu tek Rp17.000 dan Lontong kikil Rp28.000.

Soal kemudahan transaksi, warung ini juga sudah mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan dua metode pembayaran, yakni tunai maupun non-tunai lewat QRIS. Dengan pilihan metode pembayaran ini turut memudahkan pengunjung yang datang tanpa perlu repot menyiapkan uang tunai. 

Tak heran, usai videonya viral, warung makan ini pun kian ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga penikmat kuliner yang sengaja datang usai melihat konten viral tersebut.

Dengan cita rasa khas kuliner Jawa Timur yang autentik dan harga yang terjangkau, Tahu Campur Lamongan Mas Chus kini menjadi buah bibir kuliner malam di Surabaya, khususnya di kawasan Karah. Kehadiran warung ini juga menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap mampu bersaing dan menarik perhatian luas di tengah gempuran tren kuliner kekinian. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kuliner Surabaya Kuliner Viral Tahu campur Lontong Kikil Kuliner Kaki Lima