Es Rujak Es Puter Pak Pon, Aneh Tapi Enak

Jurnalis: Fasya Pracilia
Editor: Muhammad Faizin

4 Okt 2025 04:01

Thumbnail Es Rujak Es Puter Pak Pon, Aneh Tapi Enak
Gerobak es rujak dan es puter masih jadi andalan pedagang kaki lima di Surabaya. (Foto: Fasya Pracilia P.T/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Siapa sangka, perpaduan rujak dengan es puter yang terdengar aneh justru berhasil memikat hati warga Surabaya. Ponadi penjual sederhana yang sejak 2006 setia menjajakan kuliner unik ini hingga kini menjadi kuliner langka dan dicari banyak orang.

Usaha es rujak es puter ini lahir dari perjalanan panjang dan semangat inovasi sederhana yang dipegang teguh oleh Ponadi. Perpaduan rasa manis, asam, dan segar dari bahan-bahan tradisional menjadi rahasia kelezatan minuman unik milik laki-laki berusia 50 tahun, meski kuliner modern terus bermunculan, kuliner langka milik Ponadi tetap diminati dan diburu oleh banyak orang hingga kini.

Ponadi dulunya adalah penjual buah. Namun ketika stok buah habis, ia sempat menganggur. Hingga suatu saat, seorang teman asal Klaten mengajarinya cara membuat es puter. Berawal dari berjualan keliling, Ponadi akhirnya mendapatkan ide untuk menjual es rujak setelah diajari temannya.

Ternyata, racikan tersebut mendapat sambutan baik dari pelanggan, bahkan sering dipesan untuk acara gereja hingga hajatan. 

Baca Juga:
Peringati Hari Kartini 2026, IDI dan DWP Lebak Gelar Seminar Kesehatan dan Skrining Kanker Gratis

 

Foto Segelas es rujak (kiri) dan es puter (kanan) yang tetap menjadi pilihan masyarakat di siang hari. (Foto: Fasya Pracilia P.T/Ketik)Segelas es rujak (kiri) dan es puter (kanan) yang tetap menjadi pilihan masyarakat di siang hari. (Foto: Fasya Pracilia P.T/Ketik)

Usaha ini mulai dirintis pada tahun 2006 dengan harga jual Rp5.000 per porsi. Seperti halnya pedagang lain, awal mula usahanya sepi pembeli. Namun dengan ketelatenan dan keuletan, perlahan pelanggan mulai berdatangan.

Hingga akhirnya ada food vlogger (seorang yang membuat video kuliner) yang mereview dagangan Ponadi dan membuat namanya semakin dikenal melalui media sosial. Dari mulut ke mulut, hingga viral di dunia maya itulah perjalanan unik yang membuatnya tetap bertahan.

Baca Juga:
Simulasi Rutin Pencegahan Kebakaran di Kejari Lebak, Damkar: Sangat Penting

Keunikan dari usaha ini adalah karena di Jawa Timur khususnya di daerah Surabaya, penjual es rujak sangat jarang ditemui. Hal inilah yang membuat dagangan Ponadi berbeda dengan penjual lainnya. “Jarang ada saingan,” ujarnya.

Untuk menu, Ponadi hanya menyediakan dua jenis, yakni es rujak dan es puter. Harganya bervariasi mulai dari Rp8.000, Rp10.000, hingga Rp12.000. Yang membedakan adalah pilihan bumbu rujak yang bisa disesuaikan dengan selera pelanggan, mulai dari manis, sedang, hingga super pedas.

Satu sendok bisa bikin kening berkeringat, tapi justru itulah sensasi yang dicari pelanggan. Kuliner khas ini berada di Jl. Dharmahusada, Kecamatan Gubeng, Surabaya, tepatnya di samping SMK Negeri 5 Surabaya.

Bahan utama yang digunakan untuk rujak adalah mangga muda, nanas, bengkuang, dan timun. Sementara untuk es puter, tersedia dua rasa yang bergantian setiap hari, yakni kelapa dan nangka.

Perpaduan buah segar dengan es puter inilah yang membuat hidangan terasa unik dan menyegarkan. Segarnya buah dan legitnya es puter berpadu dalam harmoni rasa yang jarang ditemukan di tempat lain.

Meski tidak aktif memanfaatkan media sosial, usaha ini justru banyak dikenal melalui promosi dari pelanggan. Banyak konsumen yang membagikan pengalamannya menikmati es rujak es puter melalui TikTok dan Instagram, sehingga secara tidak langsung membantu promosi usaha Ponadi.

Respons masyarakat pun beragam. Sebagian besar merasa cocok dengan rasanya yang unik, meskipun ada juga yang merasa aneh karena rujak dicampur es puter. Namun, setelah dicoba, mayoritas mengakui rasa segarnya sangat pas di lidah

“Aneh tapi enak,” begitu kata banyak pelanggan. Justru keanehan itulah yang membuat produk ini tidak pernah kehilangan daya tarik.

Ke depan, Ponadi berencana untuk melakukan inovasi dengan membuka outlet tetap, mirip konsep kopi gerobakan keliling, serta memperluas usaha ke wilayah Surabaya Barat

Harapannya sederhana, agar usahanya tetap lancar dan bisa semakin berkembang untuk dikenal masyarakat luas. (*) 

Baca Sebelumnya

DPC 234 SC Pemalang Minta Satpol PP Razia Comal Baru hinga Sumber

Baca Selanjutnya

Hasil Practice MotoGP Indonesia 2025: Bezzecchi Tercepat, Kutukan Marquez di Mandalika Berlanjut

Tags:

Kuliner Kulinersurabaya KulinerUnik EsRujakEsPuter ketik.com

Berita lainnya oleh Fasya Pracilia

Dinas Ketahanam Pangan Ngawi Promosikan Produk Unggulan  lewat Konsep Autentik di JatimFest 2025

4 Oktober 2025 13:50

Dinas Ketahanam Pangan Ngawi Promosikan Produk Unggulan lewat Konsep Autentik di JatimFest 2025

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar