Eksklusifnya Pentol Troloyo Gunung Anyar! Langganan Mahasiswa, Rasanya Sudah Jangan Ditanya

Jurnalis: Muhammad Dzikrullah Akbar
Editor: Fiqih Arfani

21 Feb 2026 17:01

Thumbnail Eksklusifnya Pentol Troloyo Gunung Anyar! Langganan Mahasiswa, Rasanya Sudah Jangan Ditanya
Pentol, tahu dan siomay yang terdapat di gerobak Pentol Troloyo milik Paidi d kawasan Gunung Anyar Surabaya. (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Mencari sensasi hangat di kawasan Gunung Anyar Surabaya, rasanya tak lengkap jika belum melirik gerobak sederhana milik Paidi. Menyuguhkan Pentol Troloyo, pria asal Malang itu punya cerita unik di balik kepul asap dagangannya yang selalu mangkal di samping rumah mantan Menteri Pendidikan, Prof Mohammad Nuh.

Bagi para pecinta kuliner kaki lima, nama “Troloyo”mungkin terdengar unik. Usut punya usut, nama tersebut bukan pemberian sembarangan.

Paidi mengaku sekitar dua bulan ini terjun ke dunia “perpentolan”. Langkah ini ia ambil lantaran sulitnya mencari lapangan pekerjaan di masa sekarang. Beruntung, ia bertemu dengan Catur, Seorang teman dari Pakis Timur, Mojokerto, yang rutin mengirimkan stok pentol ke Surabaya untuk ia jual kembali.

“Cari kerja itu sulit, jadi ada yang menolong suruh jualan pentol aja,” kenang Paidi.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Dari total pendapatan kotor sekitar Rp500.000 per hari, Paidi menyisihkan Rp300.000 untuk stok pentol berikutnya, Rp50.000 untuk belanja bumbu atau pelengkap, dan mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp150.000.

Foto Gerobak Pentol Paidi yang Mangkal di Jalan Gunung Anyar Tengah Pada Kamis, 12 Februari 2026, Pukul 08:05 WIB. (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)Gerobak pentol Paidi yang mangkal di Jalan Gunung Anyar Tengah Surabaya. (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)

Paidi mulai berjualan pentol sejak pagi. Jika dagangannya laris, biasanya pada sore ia sudah menutup lapaknya, karena pada jam istirahat dan waktu siang banyak mahasiswa datang membeli.

Memasuki bulan Ramadan, ia mulai jualan pada pukul 15.00 WIB. Menurutnya, jika tetap berjualan dari pagi hingga siang hari saat Ramadan, dagangannya kurang diminati karena sebagian besar orang sedang menjalankan ibadah puasa. Oleh sebab itu, ia memilih berjualan menjelang waktu berbuka agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Selain pentol, Paidi juga menjual tahu dan siomay. Untuk isian pentol besarnya, tersedia varian daging, telur puyuh disertai gajih (lemak sapi).

Untuk variasi harga sangat terjangkau dan fleksibel. Harga satuan mulai dari Rp500 (pentol kecil), Rp2.000 (sedang), hingga Rp5.000 untuk pentol besar dengan isian. Pembeli bebas menentukan porsi sesuai budget, mulai dari Rp5.000, bahkan ada pelanggan yang memborong sampai Rp40.000.

Di area sekolah tempat Paidi menetap untuk berdagang, tidak ada pedagang lain yang terlihat selain dirinya. Ternyata, Paidi mendapatkan "hak eksklusif" atau izin khusus dari pihak sekolah, termasuk dari Kepala SD Al Islah Isnainiyah, atau akrab disapa Bu Is.

Hal ini bukan tanpa alasan. Paidi ternyata sudah menjadi bagian dari lingkungan Gunung Anyar sejak 1981, Loyalitas dan keberadaannya yang sudah puluhan tahun membuat para pemimpin sekolah, mulai dari era kepala sekolah terdahulu hingga sekarang memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk mengaiz rezeki di sana.

Meski berada di area sekolah, pelanggan setianya justru didominasi oleh mahasiswa, terutama dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Kampus 2, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) serta masyarakat umum.

Sebagai pelanggan dominan di area ini, mahasiswa memberikan respons positif terhadap rasa Pentol Troloyo. "Menurutku sih pentolnya enak, gurih, sedikit lebih empuk jika digigit jadi bikin nagih. Apalagi kalau dicampur saos, lebih gurih lagi," ujar Izzul, warga asli Gunung Anyar Kidul.

Hal senada disampaikan pelanggan lainnya, Adji, yang mengaku ketagihan usai membeli pentol milik Paidi, terutama untuk varian tahunya.

"Pentolnya enak, ada beberapa macam. Tapi saya suka tahunya, enak, soalnya saya lebih suka tahunya daripada pentolnya," ucap mahasiswa UINSA itu.

Foto Terlihat Paidi yang sedang Membawa Pentol Yang Sudah di Bungkus Plastik Pada Kamis, 12 Februari 2026, Pukul 08:06 WIB. (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)Paidi menunjukkan pentol terbungkus plastik di gerobak jualannya di kawasan Gunung Anyar Surabaya. (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)

Bagi yang sedang melintas di area Gunung Anyar, jangan lupa mampir ke gerobak pentol Paidi. Selain bisa menikmati selagi hangat, pelanggan juga bisa merasakan suasana legendaris di lingkungan sekitar, ditambah dengan semilirnya angin yang kerap muncul.

Tidak mengherankan, sebab di wilayah Surabaya Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo tersebut masih terdapat banyak hamparan sawah, ditambah dekat dengan Bandara Internasional Juanda. (*)

Baca Sebelumnya

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Singkil Disorot, Pemuda Nilai Minim Transparansi

Baca Selanjutnya

Pemerintah Buka Investasi AS di Sektor Mineral Kritis, Tetap Prioritaskan Hilirisasi

Tags:

SD AL ISLAH Gunung Anyar surabaya Uinsa UPN AL ISLAH PENTOL tahu pentol paidi pentol troloyo

Berita lainnya oleh Muhammad Dzikrullah Akbar

Dramatis! Real Madrid Tersingkir Usai Kartu Merah Camavinga, Bayern Munchen Lolos ke Semifinal

16 April 2026 12:09

Dramatis! Real Madrid Tersingkir Usai Kartu Merah Camavinga, Bayern Munchen Lolos ke Semifinal

Penemuan Jenazah di Rusun Gunung Sari Surabaya, Tim Call 112 Evakuasi dari Lantai 4

15 April 2026 13:48

Penemuan Jenazah di Rusun Gunung Sari Surabaya, Tim Call 112 Evakuasi dari Lantai 4

Atletico Madrid Amankan Tiket Semifinal Liga Champions UEFA Meski Harus Akui Keunggulan Barcelona

15 April 2026 12:40

Atletico Madrid Amankan Tiket Semifinal Liga Champions UEFA Meski Harus Akui Keunggulan Barcelona

Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

14 April 2026 11:24

Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Cristiano Ronaldo Terus Tambah Koleksi Gol, Kini Dekati Rekor 1.000 Gol Karier

14 April 2026 04:15

Cristiano Ronaldo Terus Tambah Koleksi Gol, Kini Dekati Rekor 1.000 Gol Karier

Berani Jatuh Cinta Meski Berisiko? Ini Cerita di Balik Film Five Feet Apart

14 April 2026 02:10

Berani Jatuh Cinta Meski Berisiko? Ini Cerita di Balik Film Five Feet Apart

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H