Suko Widodo: Penempelan Baliho di Pohon Termasuk Kejahatan Berat

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Marno

23 Jan 2024 22:18

Headline

Thumbnail Suko Widodo:  Penempelan Baliho di Pohon Termasuk Kejahatan Berat
Pengamat Politik Suko Widodo. (Foto: Instagram @sukowidodoo)

KETIK, SURABAYA – Memasuki masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024, banyaknya alat peraga kampanye (APK) yang menjamur di tepi jalan di Kota Surabaya. Bahkan terkadang APK yang terpasang tidak sesuai pada tempatnya, sehingga mengganggu estetika Kota Pahlawan, serta area publik.

Tak sedikit pemasangan spanduk kampanye seperti baliho atau spanduk tidak sesuai dengan ketentuan.

Pengamat Politik Universitas Airlangga Suko Widodo menanggapi beberapa caleg yang tidak mematuhi peraturan, khususnya baliho yang dipaku dii pepohonan di Kota Surabaya."Wah Itu calegnya ganti dipaku aja di pohon," jelasnya, Kamis (18/1/2024).

Menurutnya, caleg-caleg tersebut tidak hanya melanggar dari Undang-Undang KPU, namun juga non Pemilu yaitu dari Undang-Undang  Lingkungan Hidup.

"Dalam konteks etik internasional, yang  merusak lingkungan itu kejahatan yang berat yang memalukan dari segi undang-undang non-politik," jelasnya.

Penempelan pada pohon, pemasangan hampir 100 persen menurut Suko melanggar, karena tidak mematuhi peraturan PKPU.

"Pemerintah lokal harusnya tanggap, harus ada keberanian. Kalau semua tertib saya kira semuanya mendapat informasi terkelola dengan baik," tutur Dosen Ilmu Komunikasi ini.

Suko menegaskan seharusnya ada penegakan hukum yang keras dan tegas. Selain itu pemerintah daerah harus mengumumkan bagi pelanggar di beberapa titik di daerah.

"Harus ada penertiban langsung, dicabut aja, Satpol harus gas terus dan juga dapat perlindungan," tegasnya.

Tak hanya melarang, tetapi pemerintah  daerah dari dinas tata kota seharusnya memberikan ruang-ruang khusus untuk para caleg agar dapat melakukan kampanye politik.

Foto Contoh APK yang menyalahi aturan. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Contoh APK yang menyalahi aturan. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

"Tegas, jadi dikasih tempat, jadi tidak sekedar melarang tapi juga memberi solusi," jelasnya.

Tak patuhnya caleg dalam pemasangan APK, menurut Suko bakal mempengaruhi suara yang akan diperoleh."Kalau muncul gerakan sosial dari universitas, dari media massa itu berpengaruh," ucapnya.

"Harus dipangkas karena merusak tata kota dan  secara internasional itu peradaban yang sudah analog. Sudah saatnya diganti yang lebih modern lah medianya," imbuh Suko Widodo.

Suko berpesan untuk para caleg, seharusnya lebih mendekat ke masyarakat bukan hanya menempelkan baliho di sekitar lingkungan.

"Perbanyak untuk bertemu masyarakat, jangan hanya modal baliho aja, maka bekerjalah langsung dengan media massa," pungkas Suko Widodo. .(*)

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Baca Juga:
Lantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR! Gubernur Khofifah: Alumni Sebagai Orkestrator Kolaborasi Satukan Keilmuan dan Pengalaman Profesional
Baca Sebelumnya

Satpol PP Surabaya Ajak Masyarakat Laporkan APK yang Melanggar

Baca Selanjutnya

"Risih Dong, Banyak Baliho Caleg Dipaku di Pohon"

Tags:

  pengamat politik Universitas Airlangga Suko Widodo Baliho Caleg APK Caleg melanggar aturan APK

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar