Maraknya Fenomena Kampanye Kotak Kosong, Pengamat UTM Berikan Pandangannya

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Marno

6 Okt 2024 17:18

Thumbnail Maraknya Fenomena Kampanye Kotak Kosong, Pengamat UTM Berikan Pandangannya
Pengamat politik Surokim Abdussalam. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Fenomena kotak kosong yang terjadi di beberapa daerah, khususnya Kota Surabaya tentu memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Bahkan belakangan ini banyak kelompok masyarakat yang mulai berkampaye mengajak masyarakat untuk mencoblos kotak kosong sebagai bentuk protes.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan jika apa yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat dengan tindakan mengkampayekan kotak kosong merupakan ekspresi politik yang lazim terjadi.

"Ya wajar saja ada yang pro dan kontra, setuju dan tidak setuju itu merupakan hal yang wajar. Dan motif orang kan macam-macam," jelas Surokim, Sabtu 5 Oktober 2024.

Akan tetapi, dirinya juga bertanya kepada masyarakat terkait tujuan mengkampayekan kotak kosong. Setiap aksi yang dilakukan tentu harus memiliki tujuan dan maksud yang jelas. 

Baca Juga:
Viral Video Ketua Partai di Brebes Nyatakan 'Perang Terbuka' ke Pemkab, Ancam Bikin Chaos

Walaupun memang keberadaan kotak kosong ini sudah diatur dalam undang-undang, yang mana masyarakat tetap diberikan pilihan walaupun daerah tersebut hanya memiliki satu pasangan calon (paslon)

"Tujuannya apa? Pastikan harus ada. Jangan sampai mengajak memilih kotak kosong itu hanya dengan alasan emosional," tambahnya.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai peneliti senior SSC tersebut alasan terbesar adanya kelompok masyarakat yang turun ke jalan mengkampayekan kotak kosong, karena dipicu kekecewaan terhadap partai politik.

Dengan jumlah DPT yang besar, partai politik di Surabaya dinilai gagal menghadirkan kader-kader terbaiknya untuk ikut dalam kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah di Surabaya.

Baca Juga:
Siap Menghadapi Agenda Politik, DPW ‎PSI Jateng Gelar Verifikasi Faktual di Kota Tegal

"Sejauh ini alasan yang paling mengemuka adalah bentuk kekecewaan terhadap partai politik karena gagal memunculkan kadernya," paparnya.

Foto Warga Surabaya, Tasya. (Foto: dok. Pribadi)Warga Surabaya, Tasya. (Foto: dok. Pribadi)

Sementara itu, salah satu warga Kota Surabaya, Tasya mengaku cukup kaget setelah melihat informasi terkait paslon untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. Dirinya terkejut karena hanya ada satu paslon saja yang mana ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ya saya awalnya terkejut kok cuma satu paslonnya. Apa gak ada yang lain," ungkapnya.

Wanita yang bertempat tinggal di kawasan Gayungan, Surabaya ini mengaku cukup kecewa karena masyarakat tidak memiliki banyak pilihan dalam Pilkada Surabaya.

Walaupun paslon petahana bisa dibilang cukup sukses membangun Kota Surabaya, tetapi masyarakat tentu ingin adanya pilihan calon lain bisa memberikan angin segar di ranah perpolitikan Kota Surabaya.

"Ya tetap kita kan masyarakat perlu pilihan yang bisa membawa angin segar. Bukan berarti wali kota sebelumnya jelek. Tetapi lebih kepada adanya pilihan yang mungkin menawarkan program yang lebih baik," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Kodim 0823 Situbondo Gelar Upacara Peringatan HUT TNI ke-79

Baca Selanjutnya

Komite Sekolah SMA 2 Tuban Diprotes, Gara-Gara Puluhan Tahun Tak Ada Reorganisasi Pengurus

Tags:

politik Kotak Kosong Pilkada Surabaya kampanye Surokim Abdussalam partai politik

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H