Beda Pengalaman dan Pendapat Para Ibu Terkait ASI dan Larangan Diskon Susu Formula

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

10 Agt 2024 03:46

Headline

Thumbnail Beda Pengalaman dan Pendapat Para Ibu Terkait ASI dan Larangan Diskon Susu Formula
Lindawati beri ASI eksklusif untuk buah hati karena tidak cocok dengan susu formula (Foto: Dok.Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Terkait penggunaan susu formula dan air susu ibu (ASI) untuk asupan nutrisi anak, banyak ibu-ibu yang berbeda pengalaman. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kondisi medis dari masing-masing ibu dan bayi.

Seperti yang dialami oleh Lindawati, awalnya dirinya mengunakan susu formula, namun hal tersebut tidak diteruskan karena setelah mengkonsumsi susu formula bayinya mengalami sembelit.

Setelah itu dirinya pun beralih ke ASI eksklusif dikarenakan air susunya yang sudah mengalir lancar. Dengan konsumsi ASI eksklusif dirinya merasa bayinya tumbuh dengan sehat.

"Waktu dulu awal melahirkan saya coba susu formula, tapi tidak saya lanjutkan karena bayi saya sembelit. Jadi ya pakenya ASI eksklusif," jelas Linda, Rabu (7/8/2024).

Baca Juga:
Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Sementara itu terkait, kebijakan pemerintah yang melarang pemberian diskon dan mengiklankan susu formula, Ibu satu anak ini mengaku setuju. Lantaran tujuan dari kebijakan tersebut agar ibu mengutamakan pemberian ASI eksklusif dibandingkan susu formula.

"Saya sih mendukung ya, agar ibu-ibu tergerak untuk memberikan anaknya ASI daripada susu formula," tambahnya.

Foto Linda Dewi berikan ASI Eksklusif karena anak sempat muntah saat minum susu formula. (Foto: Dok. Pribadi)Linda Dewi berikan ASI Eksklusif karena anak sempat muntah saat minum susu formula. (Foto: Dok. Pribadi)

Hal yang sama juga dialami oleh Linda Dewi, awalnya juga dirinya pernah mencoba menggunakan susu formula untuk bayinya. Akan tetapi bayinya malah muntah, hingga akhirnya dirinya menggunakan ASI eksklusif.

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Ibu asal Madiun ini kebetulan memiliki ASI yang lancar, dirinya juga rajin menyetok ASI untuk memenuhi kebutuhan di kecil. Selain itu dirinya juga gemar mengkonsumsi ramuan tradisional untuk memperlancar ASI nya.

"Kalau saya dari awal udah ASI eksklusif, bayinya gak mau susu formula. Pernah saya coba pakai susu formula tapi muntah," paparnya.

Wanita asal Madiun ini sebenarnya merasa kurang setuju, karena kondisi tiap ibu berbeda-beda. Tidak sedikit ibu yang ingin memberikan ASI tetapi apa daya, terkadang ASI yang dihasilkan tidak cukup sehingga mau tak mau harus menggunakan susu formula untuk tambahan nutrisi bagi anaknya.

"Kalau saya sih kurang setuju ya, kalau ibu ASI nya banyak sih enak. Tapi kan kadang ada juga ibu yang ASI nya hanya sedikit, jadi ya sebagai tambahan harus pakai susu formula,"imbuhnya.

Foto Karena berjauhan Alifah harus gunakan susu formula untuk bayinya. (Foto: Dok. Pribadi)Karena berjauhan Alifah harus gunakan susu formula untuk bayinya. (Foto: Dok. Pribadi)

Sementara itu hal berbeda dilakukan oleh Alifah, karena posisi dirinya jauh dengan bayinya, mau tak mau harus menggunakan susu formula. Saat ini anaknya dirawat oleh neneknya di lamongan, sedangkan dirinya harus bekerja di Surabaya. Oleh sebab itu dirinya hanya bisa bertemu dengan bayinya di akhir pekan.

"Kalo saya campuran antara ASI dan susu formula. Karena memang posisinya saya harus bekerja di Surabaya dan pulang hanya saat weekend. Jadi tidak bisa memberi ASI setiap saat," terangnya.

Sebagai ibu yang terpaksa menggunakan susu formul karen harus jauh dari buah hati, dirinya merasa keberatan karena hak tersebut membuat harga susu formula menjadi mahal, dan cukup memberatkan keuangannya.

"Kalau saya sih pasti gak setuju, karena harga susu formula jadi mahal. Padahal kalau ada diskon kan lumayan bisa lebih murah," pungkasnya. (*)

Baca juga berita lain kanal Transparan tentang Susu Formula di bawah ini:

- Ahli Gizi: Hati-Hati! Banyak Kandungan Gula di Susu Formula

- YLPK Jatim Pandang Kebijakan Larang Diskon Susu Formula Kurang Tepat

Baca Sebelumnya

Profil Muhammad Yunus, Ekonom Peraih Nobel Perdamaian yang Ditunjuk Pimpin Bangladesh

Baca Selanjutnya

Jangan Lewatkan! PT Surveyor Indonesia Buka Kesempatan Kerja untuk Lulusan SMA hingga Sarjana

Tags:

kesehatan Asi Susu Formula Bayi ibu Tumbuh Kembang Transparan diskon susu formula

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda