Solusi Energi Masa Depan, Profesor ITS Temukan Cara Baru Ubah Limbah Jadi Biofuel

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

6 Mar 2025 18:03

Headline

Thumbnail Solusi Energi Masa Depan, Profesor ITS Temukan Cara Baru Ubah Limbah Jadi Biofuel
Prof Dr Hendro Juwono MSi dari ITS. (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Hendro Juwono MSi berhasil mengembangkan teknologi yang mampu mengonversi biomassa dan limbah plastik menjadi biofuel yang lebih ramah lingkungan. 

Penemuan ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mengatasi masalah limbah plastik yang semakin mengkhawatirkan.

Meningkatnya jumlah penggunaan plastik di masyarakat menciptakan berbagai masalah lingkungan tersendiri. 

Mengatasi hal tersebut, Guru Besar ke-212 meneliti tentang degradasi plastik dengan biomassa menjadi biofuel sebagai solusi masalah lingkungan dan energi.

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

Profesor dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS yang berfokus pada bidang polimer dan degradasi plastik ini menjelaskan bahwa sumber polimer dibagi menjadi dua yaitu polimer alam dan sintetis. Polimer alam memiliki sifat yang mudah terdegradasi dan terurai kembali ke alam.

 “Polimer alam itu seperti karet, protein, tepung, dan kolagen,” ujarnya melaui keterangan tertulis pada Kamis 6 Maret 2025.

Berbanding terbalik dengan sifat polimer alam, polimer sintetis sulit terdegradasi dan terurai kembali ke alam.

Contoh polimer sintetis yaitu polietilen, polipropilen, dan polistiren sebagai bahan baku plastik. 

Baca Juga:
ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

Plastik merupakan turunan dari bahan tak terbarukan karena senyawa yang dimiliki oleh plastik memiliki kesamaan dengan senyawa bahan bakar, seperti minyak bumi dan gas.

Melihat hal tersebut, Profesor dari Departemen Kimia ITS tersebut melakukan penelitian dengan metode pirolisis terhadap polimer plastik yang mudah terdegradasi. 

Dalam penelitiannya, plastik yang telah diolah tersebut diuji dan menunjukkan angka Research Octane Number (RON)-nya mencapai nilai 98 hingga 102. 

“Angka RON yang muncul menunjukkan kualitas lebih bagus daripada bahan bakar yang sekarang beredar di masyarakat,” terangnya.

Meskipun angka RON menunjukkan kualitas bagus, tetapi masih ada kekurangan. 

Untuk membuat limbah plastik menjadi gasoline memerlukan suhu sebesar 400 derajat celcius, di mana dalam membuat suhu tersebut memerlukan tegangan listrik yang cukup besar. 

Sedangkan untuk biomasa sendiri seperti minyak nyamplung, Crude Palm Oil (CPO), dan Waste Cooking Oil (WCO) hanya memerlukan suhu sebesar 250 derajat celcius.

Untuk menghemat proses biaya, Hendro mencampurkan biomassa nyamplung, WCO, dan CPO tersebut dengan limbah plastik. Ketika biomassa nyamplung, CPO, dan WCO dicampurkan dengan limbah plastik, dalam prosesnya suhu yang diperlukan hanya sebesar 300 derajat celsius.

Selain untuk menghemat pengeluaran yang besar, bahan yang dibutuhkan juga lebih murah dan mudah didapatkan. 

Melalui serangkain penelitian untuk orasi ilmiah dalam pengukuhannya sebagai Profesor ITS tersebut, Hendro menuturkan bahwa penelitian yang ia lakukan turut membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 dan 12.

Ia berharap riset yang dilakukan dapat membantu penyelesaian masalah lingkungan dan energi. “Penelitian ini memerlukan kesabaran dan waktu yang cukup lama,” pungkasnya(*)

Baca Sebelumnya

HUT ke-51, PT SIER Wujudkan Kepedulian dengan Doa Bersama Anak Yatim

Baca Selanjutnya

Pemenang Pilkada Halsel 2024 Hasan Ali Bassam Kasuba - Helmi Umar Muchsin Dijemput Ribuan Massa

Tags:

ITS Institut Teknologi Sepuluh Nopember limbah plastik prof Hendro biofuel FSAD ITS Bahan Bakar

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar