Serangan Ransomware BRI Disebut dari Kelompok Bashe, Siapa Mereka?

Jurnalis: Samsul HM
Editor: M. Rifat

19 Des 2024 09:59

Thumbnail Serangan Ransomware BRI Disebut dari Kelompok Bashe, Siapa Mereka?
Ilustrasi kejahatan siber. (Foto: infokomputer.id)

KETIK, SURABAYA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) disebut menjadi korban serangan ransomware yang dilancarkan kelompok Bashe.

Kabar ini mencuat melalui unggahan akun media sosial X @FalconFeedsio, Rabu 18 Desember 2024.

Pihak BRI sudah memastikan data dan dana nasabah aman.

Meski demikian, dugaan serangan ini menimbulkan perhatian publik terhadap keamanan siber perbankan di Indonesia.

Baca Juga:
Data Kependudukan Pemkab Pemalang Dikabarkan Diretas, Diskominfo: Masa Trial dan Dummy Sudah Dimatikan

Akun X @FalconFeedsio menyebut kelompok Bashe mengklaim telah memperoleh data dari sistem BRI dan berencana untuk merilisnya dalam 4 hari jika tuntutan tebusan tidak dipenuhi.

Siapa Kelompok Bashe?

Bashe merupakan kelompok ransomware yang pertama kali muncul pada April 2024. Kelompok ini dikenal sebagai turunan grup ransomware terkenal LockBit.

Mereka memiliki reputasi dalam serangan data ekstensif dan teknik pemerasan melalui Tor-based Data Leak Site (DLS).

Baca Juga:
BRI Disebut Dapat Serangan Ransomware, Klaim Data dan Dana Nasabah Aman

Karakteristik Bashe:

1. Alias: Sebelumnya dikenal sebagai APT73 atau Eraleig.

2. Taktik: Menyerupai LockBit dalam penggunaan infrastruktur dan teknik penyebaran ransomware.

3. Asal Infrastruktur: Bashe beroperasi melalui jaringan Tor, dengan infrastruktur yang sebagian besar di-host di Republik Ceko, menggunakan AS9009 ASN, yang sebelumnya digunakan oleh kelompok berbahaya lainnya seperti DarkAngels, Vice Society, dan TrickBot.

4. Target: Bashe berfokus pada sektor keuangan, teknologi, manufaktur, konsumen, layanan publik, serta logistik di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, India, dan Australia.

5. Metode Serangan: Melalui email phishing berbahaya, eksploitasi celah keamanan, dan penyebaran malware yang mengenkripsi data sistem target.

Infrastruktur Bashe dan Modus Operasi

Bashe menggunakan struktur Data Leak Site (DLS) mirip LockBit, termasuk fitur seperti "Contact Us," "How to Buy Bitcoin," "Web Security Bug Bounty," dan "Mirrors."

Melalui platform ini, Bashe mempublikasikan data yang dicuri dan menawarkan penjualan data kepada pihak ketiga untuk meningkatkan tekanan terhadap korban.

Selain itu, Bashe memanfaatkan infrastruktur siber yang sulit dilacak dengan jaringan Tor dan hosting server di wilayah yang dikenal sebagai tempat beroperasinya kelompok malware lainnya.

Strategi ini memungkinkan Bashe untuk menghindari deteksi dan meningkatkan efisiensi dalam penyebaran serangan.

Kelompok Bashe, yang dikenal sebagai ancaman global baru, menunjukkan bagaimana serangan ransomware dapat menargetkan sektor strategis untuk kepentingan finansial. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Bangkalan Gelar FGD Genjot Pertumbuhan Ekonomi Signifikan

Baca Selanjutnya

DWP Asahan Raih Juara I Pelaporan E-Reporting 2024 Tingkat Provsu

Tags:

BRI diserang BRI Diserang ransomware ransomware bri kelompok bashe hacker

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar